banner 728x90

Konflik Agraria, Polres Matra Berupaya Cegah Bentrokan

740 views
banner 728x90
Bangunan warga yang sudah menjelang 4 tahun menduduki lokasi sengketa di Baribi

Bangunan warga yang sudah menjelang 4 tahun menduduki lokasi sengketa di Baribi

Matra, Katinting.com – Tensi konflik agraria di Matra meningkat, antra kelompok masyarakat dengan pihak perusahaan PT. Unggul Widya Teknologi Lestari (UWTL) sehingga berpotensi bentrok. Hal ini terjadi Pasca pihak PT. UWTL melakukan panen buah diwilayah sengketa yang berada di wilayah Barubu, Kecamatan Bukit Harapan yang saat itu sedang diduduki oleh sejumlah masyarakat Godang.

Kompol. Joesmi, Kabag. Ops. Polres Matra mengatakan bahwa, kasus yang lahan yang melibatkan masyarakat dan perusahaan perkebunan tersebut, kini menjadi atensi Polres Matra, guna menghindari jatuhnya korban dari kedua belah pihak.

Kata dia, pihak Polres Matra telah melakukan berbagai upaya, agar tensi konflik bisa kembali menurun, salah satunya memaksimalkan fungsi intelijen dan Babinkamtibmas dengan terus berupaya melakukan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat maupun perusahaan.

“Kami selalu siaga, terutama personil Polsek yang wilayahnya meliputi wilayah konflik itu. Jadi setiap saat kami pantau situasi disana. Kami juga selalu melakukan pendekatan-pendekatan agar kedua belah pihak bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi,” terangya, Selasa (18/10).

Terpisah, Humas PT. UWTL, Guntur menerangkan bahwa, langkah panen buah sawit di wilayah Barubu, yang baru-baru ini dilakukan oleh pihak perusahaan, karena tanaman yang ada disana adalah milik perusahaan. Selain itu ia mengklaim bahwa telah ada kesepakatan bersama antara perusahaan dengan pihak kelompok Godang, yang intinya memperbolehkan pihak perusahaan melakukan panen, tapi foto copyan nota hasil panen itu diserahkan ke Polsek Baras, dan jika seandainya kelak sangketa lahan itu dimenangkan oleh pihak kelompok Godang, maka mereka berhak mengambil kembali hasil panen tersebut.

“Kami panen karena itu tanaman kami. Kami kesana bukan untuk bentrok, dan pondok yang kami rubuhkan itu sudah kami ganti rugi. Intinya kalau masih ada yang merasa keberatan silahkan menempu jalur hukum,” ujarnya.

Ia juga membantah, jika pihak perusahaan selama ini selalu melakukan upaya provokasi, untuk memanaskan situasi. Jika pun ada demikian ia menyebut bahwa itu dilakukan oleh oknum tertentu tanpa perintah dari pihak perusahaan.

“Konflik ini sudah bertahun-tahun dan sudah ada Pansus yang dibentuk oleh DPRD Matra untuk menyelesaikan kasus ini. Kami siap mengikuti keputusan penyelesaian yang ditawarkan oleh Pansus asal sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak merugikan kami,” terangnya. (Joni)

 

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.