banner 728x90

Bentrok Pekerja Asing dan Lokal, FPPI Mamuju Minta Imigrasi Sulbar Bertindak

banner 728x90
Pimpina Kota Mamuju, Yuti

Pimpinan Kota Mamuju, Muh. Yuti

Mamuju, Katinting.com – Pimpinan Kota Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) menyayangkan adanya insiden bentrokan antara Warga lokal dengan Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di PLTU Belang-belang Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Minggu (14/08) kemarin.

“Dengan adanya insiden bentrokan antara pekerja asing dengan penduduk pribumi harus ditindak lanjuti oleh Dinas Imigrasi Provinsi Sulawesi Barat, apalagi pekerja asing tersebut merupakan tenaga kerja yang ilegal ini tidak bisa di diamkan sebab ini menyangkut persoalan ekonomi bayangkan jika PT.CHECH PLTU terus mendatangkan tenaga kerja asing lalu penduduk pribumi mau di apakan.” Kata Muh. Suyuti. Senin (15/08).

Menurut saya, sambung Yuti, apa pun bentuknya mendatangkan tenaga kerja asing itu harus ditolak oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pada umumnya. Sebab masyarakat kita masih banyak yang menjadi pengangguran.

“Ini merupakan gambaran praktek Neoliberalisme di Sulawesi Barat yang membebaskan buruh-buruh asing yang bekerja di negeri kita khususnya di Sulawesi Barat. Bukan lagi hanya investasi modal tetapi tenaga kerjanya juga di ikutkan”. Terangnya.

Lebih lanjut pengurus Pusat Studi Strategis Malaqbbi (PUSSMA) Sulbar, menyampaikan kepada seluruh elemen masyarakat Sulawesi Barat atas momentum pemilihan kepala daerah ke depannya agar tidak hanya disibukkan oleh situasi politik yang mempengaruhi kesadaran sosial akan tetapi marilah kita berfikir bagaimana mendorong situasi sosial menjadi situasi politik. (Anhar Toribaras)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.