banner 728x90

SMAN 1 Bambalamotu, Banyak Kegiatan Anggaran di Kurangi

1204 views
banner 728x90
Kepala SMAN 1 Bambalamotu Saat Memberikan Materi Tentang Manajemen Konflik

Kepala SMAN 1 Bambalamotu Saat Memberikan Materi Tentang Manajemen Konflik

Matra, Katinting.com – SMA Negeri 1 Bambalamotu, Mamuju Utara mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) terhadap ratusan siswa selama 3 hari mulai tanggal 8 dan berakhir 10 September. Dan para siswa diwajibkan bermalam di sekolah selama kegiatan berlangsung.

Hal itu tak lain dimaksudkan agar para siswa mendapat pengetahuan dan pengalaman dasar tentang kepemimpinan sebagai bekal kemudian, baik bergelut di organisasi atau saat berada di tengah-tengah masyarakat.

Selain itu, kepala SMAN 1 Bamabalamotu, Zultan menjelaskan kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bakti sosial di tempat pemakaman umum Bambalamotu. Kegiatan seperti ini rutin dilakukan tiap tahun mulai tahun 2012 semenjak ia menjabat kepala SMAN 1 Bambalamotu.

Kedisiplinan yang diterapkan dan kegiatan seperti ini, banyak menarik siswa baru untuk belajar di sekolah tersebut. Sekolah yang dibangun pada tahun 2005 itu, awalnya hanya memiliki jumlah siswa tidak lebih dari 35 orang.

Namun seiring waktu, Zultan masuk menggantikan Abdullah pada 2012 mengalami perkembangan pesat. Dan kini sudah menampung sekitar 539 siswa dari berbagai wilayah di sekitar kecamatan Bambalamotu bahkan ada yang berasal dari perusahaan Astra Group.

Sekolah ini memiliki 17 ruang kelas belajar (RKB) dan 3 diantaranya belum terisi meja bangku. Karena masalah ini kegiatan belajar mengajar siswa sedikit terganggu, sebab terpaksa harus belajar sambil melantai.

Untuk itu pihak sekolah berharap pemerintah daerah Mamuju Utara melalui Dinas Pendidikan dan Olahraga agar persoalan ini segera teratasi. “Bagamaiana siswa bisa tenang belajar kalau mereka melantai. Ini tanggungjawab pemerintah, dan kami berharap persoalan ini segera diatasi,” kata Zultan.

Ia juga menyesalkan adanya pengurangan anggaran tahun ini yang dikucurkan di sekolah tersebut, padahal menurutnya tanpa dikurangi pun biaya ang diperlukan masih sangat minim.

“Sebenarnya  ditambah bukan dikurangi. Bagaimana pendidikan bisa meningkat kalau anggarannya minim,” katanya dengan dengan nada kesal. (Arham Bustaman)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.