Safaruddin Sanusi DM, Jubir Gutus Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sulawesi Barat. (Ist)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Barat membantah isu yang beredar bahwa di Mamuju dan khususnya Sulawesi Barat akan akan penutupan wilayah dan larangan sejumlah fasilitas umum seperti pasar selama tiga hari.

Hal tersebut disampaikan oleh Safaruddin Sanusi DM selaku Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Barat saat dikonfirmasi Katinting.com terkait isu yang beredar ditengah masyarakat.



“Itu tidak benar, itu hoaks (informasi bohong), saya minta masyarakat untuk tidak mudah termakan isu, apalagi hanya dari mulut-kemulut atau media sosial, carilah sumber terpercaya dan sejauh ini pemerintah tingkat Provinsi Sulawsi Barat belum ada mengeluarkan aturan demikian,” kata Safaruddin. Kami (9/4).

Lebih lanjut Safaruddin menyamaikan, adapun saat ini terjadi adalah pembatasan wilayah di Jakarta untuk menerapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Hanya terjadi di Jakarta saja, daerah-daerah yang minta mau untuk PSBB itu di usulkan oleh daerah masing-masing, dan Sulbar tidak mengusulkan karena kta masih dalam kondisi yang tidak terlalu parah,” jelas Safaruddin yang juga Kadis Kominfo Sandi dan Statistik Provinsi Sulawesi Barat.

Jadi saya tegaskan kita tidak ada PSBB atau masyarakat mengasumsikan lockdown, sebaiknya tetap waspada, jangan keluar rumah jika tidak penting dan mendesak, tapi pakai masker dan terapkan pola hidup bersih dan sehat, imbuhnya.

“Saya juga berpesan kepada warga, jangan panik, apalagi ada tindakan memborong bahan pokok secara berlebihan. Saya harapkan juga pedagang agar tidak menimbung barang,” pintanya.

(Anhar)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here