Sekertaris Disdukcapil Kabupaten Mamasa, Abdul Rahman. (Dok. Wahyudi)
banner 728x90

Mamasa, Katinting.com – Pemerintah Kabupaten Mamasa kembali memperketat penerapan protokol kesehatan.

Itu dikarenakan masyarakat terpapar Covid-19 di Kabupaten Mamasa kembali meningkat. Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 per hari ini, Kamis (8/7) sebanyak 381 warga terindikasi Covid-19.

381 kasus itu terbagi dalam 207 orang dinyatakan sembuh, 169 orang menjalani isolasi mandiri dan 5 orang meninggal dunia.

Tak hanya di masyarakat semata, ruang publik berupa perkantoran, pasar, perbankan juga dibatasi, sehingga tidak menimbulkan kerumunan orang banyak. Pelayanan di perkantoran pun dibatasi.

Hal itu sebagai bentuk upaya pencegahan penularan virus corona, yang akhir-akhir ini meningkat drastis di wilayah Kabupaten Mamasa.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro, mulai ditegakkan sejak 6 Juli 2021, menyusul Surat Edaran Bupati Mamasa Nomor: 360/04/SATGAS-MMS/VII/2021.

Dalam Surat Edaran tersebut, menegaskan segala bentuk kegiatan yang melibatkan orang banyak akan dihentikan sementara. Baik itu Rambu Solo’ (Acara Kematian) terlebih Rambu Tuka’ (Acara Pernikahan), diminta agar tidak dilaksanakan selama 14 hari kedepan, terhitung sejak 6 Juli 2021.

Sejumlah perkantoran di lingkup Pemda Mamasa, yang merupakan pusat pelayanan publik telah menerapkan sistem pembatasan. Salah satunya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Di Kantor yang satu ini, hari-hari diserbu oleh masyarakat mengurus segala dokumen kependudukan. Namun, setelah diberlakukannya pembatasan oleh Pemda, beberapa hari belakangan ini terlihat sepi.

Sekretaris Disdukcapil, Abdul Rahman mengatakan, melonjaknya pasien Covid-19 di Kabupaten Mamasa, tentu mekanisme pelayanan bagi masyarakat berubah.

Ia menjelaskan, sebelumnya, masyarakat yang datang mengurus dokumen kependudukan diperbolehkan masuk dalam area kantor.

Namun, untuk menghindari kerumunan hanya diperbolehkan menunggu didepan kantor, tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

Selain itu, untuk menghindari kerumunan, pihak Kantor juga melayani pengurusan via daring. Bagi masyarakat yang ingin mengurus Kartu Keluarga (KK) ataupun e-KTP, berkasnya dapat dikirim via aplikasi whatsapp.

“Di depan telah tertera nomor kontak para pegawai sesui bidangnya masing-masing, jadi bisa langsung di kirim saja melalui hedpone,” kata Sekertaris Disdukcapil, Abdul Rahman, Kamis (8/7).

Hal itu, kata Abdul Rahman, untuk menghindari terjadinya kerumunan di area kantor Disdukcapil. Ia menjelaskan, pelayanan tidak dibatasi bagi masyarakat, tetapi mekanismenya yang diatur agar tidak menimbulkan kerumunan.

Abdul Rahman menambahkan, kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan baik, demi memutus mata rantai penularan virus corona. “Mari ikuti imbauan pemerintah dengan baik,” tutup Abdul Rahman.

(Wahyudi/Zulkifli)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here