banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Ratusan tukang telah mengikuti pelatihan dan sertifikasi yang dilaksanakan PBW DPN Perkasa Sulawesi Barat beberapa waktu lalu di gedung Gadis (Gabungan Dinas) Polewali Mandar.

BACA JUGA : Ratusan Tukang Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi

Hasil sertifikasi tukang pun diharapkan mampu diserap sejumlah pekerjaan yang ada di Sulawesi Barat, khususnya proyek yang bersumber daari DAK yang saat ini gencar dilaksanakan di sekolah-sekolah.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPN Perkasa Sulbar, Muhammad Iswar. Menurutnya, tidak ada alasan mereka yang memiliki kualifikasi untuk tidak diberikan pekerjaan yang memang ada ruangnya.

“Itu kan ada pekerjaan konstruksi pembangunan sekolah-sekolah SMA. Ini hasil dari inisiasi dan edukasi dari Kabid SMA sendiri yang berharap kepada setiap pekerja yang ada untuk ikut pelatihan dan sertifikasi sebelum dipekerjakan di proyek sekolah-sekolah,” kata Iswar. Senin, 1 Agustus 2022.

BACA JUGA : Bakal Monitoring DAK di Sekolah, DPN Perkasa Ingin Pastikan Tidak Langgar UU

Lanjut Kata Iswar, pemberi kerja harus mengutamakan yang telah bersertifikat dan kita punya itu (tukang bersertifikat), dan merujuk aturan harus mempekerjakannya.

“Kami sangat berharap SMK dan SLB pekerjakan tukang bersertifikat, atau melakukan sertifikasi kepada pekerjanya. Syarat evaluasi jaminan pekerjaan itu dimulai dari proses tukang bersertifikasi. Undang-undang jasa konstruksi nomor 2 tahun 2017 mewajibkan bagi seluruh pekerja konstruksi memiliki sertifikasi kompetensi kerja, kami siap memfasilitasi,” ucapnya.

Masih kata Iswar, bukan hanya itu seperti yang sudah disampaikan pak Gubernur Sulbar diacara penutupan pelatihan sertifikasi tukang bangunan Indonesia kemarin, akan menyampaikan dan menyurati seluruh OPD internal pemprov agar memakai pekerja yang bersertifikat, itu sangat kami apresiasi.

Proses sertifikasi tukang di Polewali Mandar. (Ist.)

(*/Edit : Anhar)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here