Penampakan buah yang dalam bahasa latin sebut Lycopersicon esculentum, dan di Francis dengan istilah pomme d'amour atau apel cinta atau Tomat di Indonesia. (dok Int)
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Meskipun harga cabai tak semahal tiga pekan lalu, namun harga Tomat malah menyusul harga cabai, pada pembukaan pasar hari ini, Kamis (11/01).

Harga cabai yang mulai mengalami penurunan, yakni kisaran Rp.40 ribu perkilogram, berbanding terbalik dengan harga tomat yang terus merangkak naik, hingga sudah mencapai Rp.50 ribu perkilogram.

Akibat naiknya harga buah yang di Francis dengan istilah pomme d’amour atau apel cinta ini, dimana tomat yang biasanya ibu rumah tangga beli Rp.5.000 dapat 6 sampai 7 buah, kini hanya 3 sampai 4 buah Rp.10.000, membuat ibu rumah tangga mengeluh.

Bahkan kenaikan harga buah dalam bahasa latin di sebut Lycopersicon esculentum, ini berimbas kepada pengusaha makanan atau catering, yang membutuhkan sambal tomat pada menu cateringnya.

“Harga tomat luar biasa mahalnya, tadinya sering hanya beli Rp.10 ribu, dapat belasan buah tomat untuk konsumsi di rumah, tapi hari ini saya hanya dapat 4buah” ungkap Kartika warga Topoyo.

Katanya, info dari penjual tomat, harga naik dikarenakan stok produk berkurang, sehing penjual harus berebut mendapatkan pasokan, dan harganya sudah mahal.

“Itu alasan penjual mengapa harga naik gila gilaan, karena emang pasokan tomat kurang” kata Kartika.

Terpisah salah seorang pengusaha catering di Tobadak, Asnaini, merasakan betul dampak harga tomat melonjak, karena harus mengurangi semaksimal mungkin salah satu menu cateringnya yakni sambal tomat.

“Terpaksa konsumen mengeluh, sebab sambal tomat di menu kami dikurangi, karenanya kami berharap harga tomat normal kembali, agar menu sambal kami, bisa kembali sesuai jumlah sebelumnya” keluh Asnaini.

olehnya Ia berharap kiranya kondisi harga tomat melonjak ini, tidak lama, sebab kalau ini berlangsung lama, maka tentu para pengusaha catering akan repot melakukan penyesuaian herga menu untuk semua jenis menu dalam satu paket.

“Ya mudah mudahan tak lama, sehingga kami tidak kewalahan soal penyesuaian harga ke depan” pungkas Asnaini. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here