Beras dan sumber protoin dari nabati, digelar di lapak penjual di pasar. (dok Int)
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Meskipun di Mamuju Tengah, distribusi pasokan beras disejumlah pasar tetap terpenuhi, namun harganya terus mengalami kenaikan untuk berbagai jenis harga beras. Bahkan saat ini sudah sudah ada yang mencapai Rp.14.500 sampai Rp.15.000 perkilogram.

Harga beras yang naik terus membuat konsumen di Mamuju Tengah makin tercekat dengan kenaikan yang seolah tak bisa dikontrol lagi, bahkan pedagang beras pun juga menkuatirkan kondisi bergeraknya harga beras terus menerus.

Akibatnya mulai konsumen ditingkat masyarakat umum, hingga pengelola usaha rumah makan, merasa resah dengan kondisi kenaikan harga beras, dan berharap ada solusi dari pemerintah yang segera turun, membantu konsumen mendapatkan beras yang harganya tidak terlalu kemahalan.

“Saya sudah dua kali dalam sebulan ini, membeli beras, tapi mengejutkan saya, karena dalam dua kali membeli beras, saya mendapatkan harga yang mengalami kenaikan dua kali” keluh Nurdin warga Mamuju Tengah, Kamis (12/10).

Baca juga : https://katinting.amsinews.id/harga-beras-merangkak-naik-konsumen-makin-tercekat

Ia mengungkapkan pembelian beras yang dilakukannya, pertama mendapatkan harga yang sudah naik dari Rp.120.000 naik menjadi Rp.135.000, namun pembelian keduannya dua pekan kemudian, harga beras sudah didapatkan Rp.145.000.

“Itu untuk beras takaran 10 kilogram full dengan merek produk Pandan dan Mawar, tipe beras ciliwung, makanya saya sangat terkejut atas kenaikan yang terus merangkak naik ini” ungkap Nurdin.

Sementara itu pedagang beras yang ditemui laman ini, Mustafa, membenarkan bahwa harga beras memang benar mengalami kenaikan harga yang tidak terkontrol saat ini, itu karena dari pemasok juga harga yang diberikan sudah naik.

“Jadi ini dilema yang kami hadapi sebagai penjual beras, sebab pelanggan kami setiap datang berulang ke tempat kami, mendapatkan harga yang naik terus, sehingga beberapa pelanggan kami mengurangi takaran yang dibelinya, dan tentu ini mengkuatirkan juga bagi kami pedagang beras” terang Mustafa.

Karenanya Ia berharap kepada pemerintah melalui instansi terkait, kiranya dapat memberikan solusi atas kondisi ini, sehingga baik konsumen maupun pedagang tidak mengalami keresahan atas apa yang terjadi ini.

“Mestinya ada solusi dari pihak terkait, guna membantu kami yang sedang resah dengan kondisi naiknya harga beras terus menerus ini” harap Mustafa.

Terpisah Kepala Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian Mamuju Tengah Asmira Djamal, menjelaskan bahwa mengantisipasi makin melonjaknya harga beras di pasar, pihaknya sedang melakukan sosialisasi ketahanan pangan, berupa program keanekaragaman pangan.

“Kami menyosialisasikan kepada masyarakat keanekaragaman pangan, dengan menyampaikan bahwa sumber karbohidrat bukan hanya bersumber dari beras, tapi dari tanaman seperti singkong, jagung, kentang, atau bisa disansingkan dengan sumber protein nabati seperti kacang kacangan dan sayuran” sebut Asmira.

Selain itu, pihaknya juga melaksanakan operasi pasar, seperti yang pernah dilakukannya beberapa waktu lalu, dan saat ini sedang berupaya mengajukan bantuan pelaksanaan operasi pasar, kepada Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog.

“pengajuannya sudah kami ajukan, kami tinggal tunggu jawaban dari mereka” pungkas Asmira. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here