Bupati Sutinah (tengah) bersama Kepala Dinas PPA Mamuju saat menghadiri HAN 2021. (Hms)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com –  Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) diperingati secara virtual, di ikuti Bupati Mamuju Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH., M. Si, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mamuju Astrina Ado, serta Hj. Sahari Bulan Kepala Dinas Pemberdayaan Anak dan Perempuan Mamuju. Jumat (23/7).

Adapun peserta yang terlibat secara daring melibatkan 800 lebih peserta. Terdiri dari perwakilan anak Indonesia, Forum Anak Indonesia, kabupaten kota se-Indonesia, beberapa mentri, serta Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Sutinah menitipkan pesan untuk anak-anak di Mamuju agar tetap semangat dan bisa bersabar menghadapi pandemi. “Mungkin aktivitas kita tidak sebebas dulu, kita serba dibatasi, anak-anakku harus belajar di rumah bersama orangtua, tapi kita bisa ambil positifnya. Quality time dengan keluarga semoga bisa lebih terasa. Kita sama-sama berdoa semoga pandemi ini lekas berakhir dan kita bisa kembali beraktivitas seperti biasa”.
Terkait Kota Layak Anak. Ia mendukung penuh dan terus berusaha mewujudkan Mamuju sebagai Kota Layak Anak. “Tahun 2019 Mamuju sudah mendapatkan predikat Sekolah Layak Anak terbaik untuk kategori Madrasah Tsanawiyah, dan kita akan terus galakkan upaya-upaya lain untuk bisa lebih baik lagi. Seperti perwujudan Desa Layak Anak, Puskesmas Ramah Anak, dan lain-lain”.
Sementara itu, perwakilan anak Indonesia tampil membacakan Suara Anak Indonesia. Beberapa poin yang disorot antara lain meminta edukasi, pengawasan, dan penyebaran informasi layak anak, meminta pemerintah memaksimalkan vaksinasi Covid19, kurangi angka anak putus sekolah, serta meminta pemerintah memperhatikan kesiapan sekolah di masa pandemi.
Kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo menyapa anak-anak yang hadir lewat Zoom. “Anak-anakku semua, kalian adalah masa depan bangsa. Walaupun kita sedang dilanda pandemi, kalian tidak boleh patah semangat. Kalian tetap harus rajin belajar, dan jangan lupa terus jaga jarak, kenakan masker, cuci tangan pakai sabun, serta jangan bepergian,” pesannya.
Turut hadir , Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. Ia menekankan bahwa anak yang berhadapan dengan hukum bukan berarti hak-haknya terabaikan. Setiap anak berhak atas keberlangsungan hidup dan tumbuh kembang, termasuk anak yang berhadapan dengan hukum. Salah satu bentuknya adalah remisi HAM, serta percepatan integrasi anak kembali ke masyarakat agar bisa kembali menata masa depannya. Ia juga meminta agar masyarakat tidak melihat anak yang berhadapan dengan hukum sebagai penjahat kecil.
(ADV/Diskominfosandi/RF).
Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here