oleh

Halang-Halangi Kerja Jurnalis, AMSI Sulbar Minta Menteri ATR/BPN Evaluasi Humasnya

banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulbar meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto mengevaluasi humasnya.

Hal itu disampaikan AMSI Sulbar dalam pernyataan sikapnya mengenai tindakan Humas Kementerian ATR/BPN menghalangi kerja-kerja jurnalis saat meliput kegiatan kunjungan menteri ATR/ Kepala BPN, Hadi Tjahjanto di Hotel Maleo, Mamuju, Rabu (29/06/22) siang tadi.

Jurnalis Tribun Sulbar, Rahman dan jurnalis Radar Sulbar, Ade Junaedi Sholat mendapatkan perlakuan yang kurang etis dari bagian Humas Kementerian ATR/BPN saat ingin mengambil gambar pada kegiatan tersebut.

“Ini tentu menjadi preseden buruk bagi kepemimpinan Hadi Tjahjanto sebagai menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional yang baru menjabat dua pekan lebih, dilantik 15 Juni 2022 lalu,” kata Ketua AMSI Sulbar, Anhar keterangan pers realese nya.

Katanya perlakuan terdahap jurnalis yang sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya menggoreskan luka bagi perjuangan kemerdekaan pers

Dia menilai kelakuan Humas itu tidak memberikan gambaran selayaknya Humas, malah mencederai kerja-kerja Humas yang selama ini akrab dengan insan pers dan media.

“Upaya menghalangi, sehingga dua wartawan gagal mengambil gambar, tidak boleh dipisahkan dari kepemimpinan ATR/BPN pusat juga ATR/BPN provinsi yang gagap membangun kemitraan dan gagal membina bagian humasnya,” sebut Anhar.

Anhar meminti kementerian ATR/BPN untuk mengevaluasi humasnya tersebut sehingga tidak berulang dan mencederai perjuangan kemerdekaan pers, hak publik untuk mendapatkan informasi. Sebab katanya, kerja-kerja pers yang baik adalah sejatinya untuk publik,

“Saya kira juga demikian kementerian ATR/BPN melayani urusan publik. Sudah bukan zamannya pejabat eksklusif, era sekarang ini dituntut untuk lebih humanis,” ungkap Sekretaris AMSI Sulbar, Busman Rasyid menambahkan.

Jurnalis Tribun Sulbar, Rahman menyampaikan saat hendak mengambil gambar, Menteri Hadi Tjahjanto, ia dihalangi oleh ssalah satu humas kementerian sehingga tidak bisa mengambil gambar.

“Saya didorong karena katanya hanya tiga orang bisa mengambil gambar, saya tidak tahu kenapa harus diatur-atur. Kami sayangkan karena caranya kurang etis,” ujar Rahman.

Hal yang sama juga dialami oleh jurnalis Radar Sulbar, Adhe Junaedi Sholat. Ia menilai sikap yang tunjukkan oleh Humas Kementerian ATR/BPN sangat tidak etis. “Saat sementara ambil gambar, saya ditarik untuk segera meninggalkan tempat itu,” jelas Adhe.

Aksi tidak mengenakan tersebut juga dialami sejumlah wartawan lainnya. Kemudian puluhan wartawan meninggalkan acara dan melakukan aksi boikot meliput kegiatan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agrarian.

Acara rapat koordinasi ini diketahui, dihadiri oleh Gubernur Se-Sulawesi dan Gubernur Se-Kalimantan via Zoom. Acara itu juga untuk mendukung pembangunan ibu kota negara (IKN) yang baru.

(rls/Zulkifli)

Bagikan

Komentar