Gubernur Sulbar, Ali Baal bersama Kapolda Baharuddin Djafar saat pemusnahan BB. (Humas)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Polda Sulawesi Barat melakukan memusnahkan barang bukti Narkotika, obat berbahaya dan minuman keras  yang berlangsung di halaman Polda Sulbar. Kamis (24/5)

Barang bukti yang dimusnakan antara lain, narkotika jenis sabu 998 gram yang merupakan hasil tangkapan Satker Polres Mamuju, obat berbahaya berupa PCC 970 butir dan THD 1000 butir, miras pabrikan 24 botol merupakan hasil tangkapan Polres Polman, sedangkan Polres Majene berhasil menyita miras pabrikan 197 botol dan miras tradisional 66 liter dan satuan kerja direktorat berhasil menyita 168 botol miras pabrikan dan 104 liter miras tradisional.

Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar menyampaikan, sejak 12 April sampai 17 Mei 2018 telah terkumpul barang bukti berupa narkotika berupa sabu, obat berbahaya (obaya), dan minuman keras hasil sitaan Polda Sulbar beserta jajaran.

“Jumlah barang barang bukti sabu seberat 998 gram, pil PCC 970 butir, pil THD 1000 butir, minuman keras pabrikan 342 botol dan minuman keras tradisional 312 liter,” kata Baharuddin Djafar.

Masih kata Baharuddin Djafar, beberapa harapan yang ingin dicapai kedepan yaitu, sekiranya masyarakat tidak lagi mengkomsumsi narkotika dan sejenisnya dan tidak meminum minuman keras, dilanjutkan tindakan dari aparat kepolisian dapat membuat efek jera bagi para pelaku sehingga masyarakat dapat terhindar dari penyalahgunaan barang tersebut.

Selain itu ia juga mengharapkan terwujudnya transparansi barang bukti dari para petugas yang telah dimusnakan, disusul terciptanya peraturan daerah (Perda) yang ketat dalam mengatur peredaran minuman keras ditiap-tiap kabupaten di Sulbar dan terlibatnya tokoh masyarakat, tokoh agama  dan seluruh stake holder dalam pencegahan narkotika dan miras di Sulbar.

Sementara Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar mengemukakan, hasil kerja keras pihak kepolisian daerah Sulbar patut diberikan apresiasi yang besar, apalagi sejumlah barang bukti yang ditaksir mencapai miliaran rupiah tersebut berhasil dimusnakan oleh tim reserse narkoba serta  mampu menyukseskan visi dan misi Gubernur tentang zero narkoba.

Dikatakan, terkait perda miras,  merupakan kendala  besar yang perlu dilakukan  penertiban peredaran miras di tiap kabupaten. Untuk itu, kedepan akan dilakukan pengusulan perda miras dan akan diberlakukan di semua kabupaten yang ada di Sulbar, kecuali Polman, yang memang sudah ada perda mirasnya.

“Bukan melarang menjual tetapi harus membatasi penjualannya karena terkadang ada turis yang berkunjung ke Sulbar dan alkohol sudah menjadi kebutuhan bagi mereka,” ungkap Ali Baal.

Pemusanahan tersebut  disaksikan  Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar didampingi Kapolda Sulbar, Brigjen Pol. Baharuddin Djafar, Ketua DPRD Sulbar, Amalia Aras, Kepala BNNP Sulbar, Fery Abraham, dan sejumlah undangan lain.

(ADV. Kominfo Sulbar/Farid)

Bagikan
Deskripsi gambar...