Aksi unjuk rasa FMB di depan Kantor Bupati Mamasa. (Dok. Adi)
banner 728x90

Mamasa, Katinting.com – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Forum Mamasa Baik (FMB) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bupati Mamasa, Rabu (22/11/23).

Massa aksi unjuk rasa melakukan longmarch mulai dari titik kumpul di lapangan Tribun Kondosapata, Jl. Demmajannang, Kelurahan Mamasa, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar)

Massa aksi lalu menuju Kantor Bupati Mamasa untuk melakukan unjuk rasa dan menyampaikan tuntutannya.

Di gedung kantor Bupati Mamasa, massa aksi lalu melakukan orasi secara berkala dengan dipimpin kordinator lapangan aksi, Yustianto Tallu lembang, bersama kedua aktivis Tamrin dan Stenly Gideon

Aksi membakar ban pun terjadi tepat dihalaman gedung kantor Bupati Mamasa sebagai tanda kekesalan para pengunjuk rasa bagi Penjabat (PJ) Bupati Mamasa yang diduga tidak melaksanakan tugas dengan baik.

Hal itu dikarenakan Pj Bupati Mamasa Yakub F Solon diduga melakukan mutasi kepada 4 Aparatur Sipil Negara di lingkup Pemda Mamasa.

“Pj Bupati Mamasa telah melanggar Undang-undang nomor 4 Tahun 2023,” kata Yustianto Tallu lembang kepada awak media,Rabu (22/11).

Selain itu, pengunjuk rasa pun menuntut pembayaran gaji para tenaga honorer yang tidak terbayarkan selama sebelas bulan yang ada di tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum terbayarkan utamanya Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa.

“Paling utama itu adalah Dinas Pendidikan dimana banyak tenaga honorer guru yang belum terbayarkan, bagaimana mau mengajar siswa dengan baik kalau hak mereka belum terbayarkan,” katanya.

Pengunjuk rasa juga menuntut agar pemerintah daerah dalam hal ini PJ Bupati Kabupaten Mamasa Yakub F Solon agar netral dan tidak berpihak menjelang pemilu Tahun 2024.

“Kami ingin PJ Bupati netral, terlebih menjelang pesta demokrasi pemilu Tahun 2024, dalam hal ini sesuai surat edaran kemendagri agar PJ Bupati itu netral,” jelasnya.

Pada kesempatan itu PJ Bupati Mamasa Yakub F Solon tidak masuk kantor dikarenakan dalam keadaan kurang sehat, merespon tuntutan pengunjuk rasa Sekertaris Daerah Kabupaten Mamasa Muh. Syukur pun menemui pengunjuk rasa untuk berdiskusi.

“Kami sudah dengarkan tuntutannya sehingga kami akan merampungkan tuntutan itu dan menindaklanjuti,” tutur Muh. Syukur.

Menurutnya tuntutan pengunjuk rasa diantaranya gaji tenaga honorer yang akan segera diproses dan segerah dibayarkan.

“Tentu ada mekanisme administrasi dalam proses pembayaran gaji sehingga minggu ini akan diproses dan muda-mudahan minggu depan akan dibayarkan sesuai kemampuan anggaran Daerah kita,”ungkap Sekda.

Sementara itu soal mutasi yang dilakukan Pj Bupati Mamasa kata Sekda hanya perpindahan pekerjaan dimana beban kerjanya berlebihan.

“Bukan mutasi karena tidak dibuktikan dengan SK dan pelantikan, yang ada hanyalah perpindahan Job akibat adanya beban kerja yang berlebihan sehingga dibutuhkan orang untuk dipindahkan membantu tugas rekan yang lain dalam bekerja,” tuturnya.

Setelah pengunjuk rasa berdiskusi dengan Sekda Mamasa, Massa aksi pun menuju kantor DPRD Kabupaten Mamasa namun hanya satu orang anggota dewan yang menemui pengunjuk rasa.

“Segala tuntutan FMB akan kami bahas dalam sidang paripurna yang akan digelar paling lambat 30 November, ” tutur Arwin perwakilan anggota DPRD Mamasa untuk menemui pengunjuk rasa.

Setelah melakukan aksi di DPRD Kabupaten Mamasa, pengunjuk rasa pun membubarkan diri dengan tertib.

(Adi)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here