banner 728x90

Euforia Pelantikan Bupati Matra, Sejumlah Pegawai Tinggalkan Pekerjaan

banner 728x90

Euforia Pelantikan Bupati, Sejumlah Pegawai Matra Tinggalkan Tugas

Tampak pegawai di area kantor gubernur menunggu selesainya pelantikan bupati

Katinting.com, Mamuju – Pelantikan Bupati Mamuju Utara yang dilangsungkan di ibukota Provinsi Sulawesi Barat, juga diikuti sejumlah simpatisan dan relawan. Tidak terkecuali sejumlah pegawai negeri yang meninggalkan tugas demi menyambut bupati periode yang baru.

Terbatasnya tamu undangan, membuat sejumlah pegawai ini tidak dapat memasuki ruangan dan hanya menunggu diarea perkantoran gubernur, sehingga sangat mudah dikenali meskipun tidak mengenakan seragam dinas.

Hal ini kemudian disayangkan Ketua Cabang PMII Mamuju yang menyaksikan hal tersebut.

“Datangnya dari jauh-jauh, sampai disini (Mamuju) juga tidak ngapa-ngapain, hanya bereuforia belaka. Sangat disayangkan adanya pegawai yang meninggalkan pekerjaan, melupakan tugas dan tanggungjawab padahal digaji oleh negara,” kata Ibnu Imat Totori. Rabu (17/02).

Sementara, menjawab hal tersebut pegawai yang namanya enggan dituliskan, dengan bercanda mengatakan, “Inikan wujud kesetiaan kepada pimpinan,” ujarnya, yang mengaku telah meminta izin pada instansi tempatnya berkantor.

Sedang pegawai yang lain juga namanya enggan disebutkan, mengakunya datang hanya sebagai bentuk simpatisan dan bersamaan dengan ada urusan yang lain dikantor gubernur serta telah meminta izin pada pimpinannya.

Menanggapi perilaku pegawai negeri tersebut, Sekjend Pusat Studi Strategis Malaqbi (Pussma) Sulbar, Supriadi, sangat menyayangkan adanya pegawai yang demikian. “Tentu sangat disayangkan, jika ada pegawai yang menghadiri pelantikan itu tidak ada peran dan fungsinya. Apalagi sampai meninggalkan tugas dan pekerjaan sebagai abdi negara, pelayanan masyarakat,” kata Supriadi.

Tidak ada yang salah jika pegawai senang dengan bupati yang baru dilantik, tapi jangan juga sampai meninggalkan pekerjaan, malu dong, sama yang membayar pajak untuk menggajinya, sambungnya.

Pastinya, hal itu menjadi cermin pemerintahan yang buruk, tidak tegas dan tidak disiplin, membiarkan pegawainya pergi meninggalkan tugas, tidak berkantor dan hanya bereuforia, tanpa jelas maksud dan tujuannya, imbuhnya. (Anhar Toribaras)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.