banner 728x90

Dugaan Mark Up dan Disunat, Warga Protes Anggaran Bantuan Rehab Rumah Untuk Orang Miskin di Sarudu

banner 728x90
Warga yang protes bantuan rehab rumah warga miskin

Warga yang protes bantuan rehab rumah warga miskin

Katinting.com, Matra – Puluhan warga penerima bantuan, menyambangi rumah Jufri Mustafa kepala sekolah SDN Kuma yang diketahui adalah salah satu pengurus bantuan perumahan warga tidak mampu, yang diduga telah memangkas anggaran bantuan tersebut di Dusun Monrowali Desa Sarudu Kecamatan Sarudu Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Cekcok pun tak terhindarkan dan nyaris berbuntut adu jotos. Dimana warga menduga ada manipulasi harga barang dan kongkalikong antara pengurus dengan pemilik toko bahan bangunan Fajar Mas. Karena sesuai RAB, harusnya senilai 7.500.000 rupiah, namun setelah warga menghitung bantuan bahan bangunan yang diterima warga hanya senilai 5.000.000 rupiah. sehingga diduga nota barang pembelian di toko telah Mark up dan sengaja dimanipulasi.

Warga pun menuntut pengembalian uang selisih senilai 2.500.000 rupiah per satu unit rumah. Dan terdapat 350 bantuan perumahan rakyat miskin yang ada diwilayah Kecamatan Sarudu.

Sudirman, warga penerima bantuan mengatakan, uang bantuan perumahan di duga di potong oleh pengurus dengan cara memanipulasi harga barang sehingga bantuan yang kami terima ketika di hitung hanya mencapai 5.000.000 rupiah, disini jelas sekali kalau ada permainan antara pengurus dengan pemilik toko sehingga harga satuan barang yang ada di nota tidak sesuai dengan harga pasaran yang ada di toko, akibat dari pemotongan tersebut banyak rumah warga yang belum selesai akibat pemotongan anggaran yang di duga di lakukan pengurus, terang.

Saat dikonfirmasi sejumlah awak media Jufri Mustafa membantah apa yang dituduhkan padanya, bahkan menuduh warga tidak tau aturan. Tidak hanya itu Jufri juga sempat bersitegang dengan awak media yang mengkonfirmasi hal tersebut.

Sementara saat dikonfirmasi, Ashabul Kahfi pemilik toko Fajar Mas mengaku soal harga itu adalah hak saya sebagai pemilik  toko, kapan saya mau menaikan harga semen sampai 75 ribu persak, “itu adalah hak saya sebagai pemilik toko,” tegasnya. (Joni/Ed: Anhar Toribaras)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.