banner 728x90

 

Pelaksanaan pelatihan admin desa, yang di buka oleh Sekkab Mamuju Tengah, Askary Anwar, pada Rabu, 14 Juli 2021. (Dok Fhatur Anjasmara)

Mateng, Katinting.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Mamuju Tengah, mendorong pembentukan Bank Data Mikro.

Kegiatan ini, dimulai dari Desa, dengan melatih admin desa yang akan menjadi admin pada pengelolaan data melalui pendataan Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) dan para admin desa ini, diambil dari para operator Sistem Informasi Desa (SID).

Kepala DPMD Mamuju Tengah, Dzulkifli Ramlie, mengatakan SIPBM ini, dikembangkan dalam rangka peningkatan kinerja pembangunan berdasarkan partisipasi masyarakat, baik untuk kepentingan perencanaan, implementasi maupun pelaporan.

“Merencanakan pembangunan tanpa data sama dengan merencanakan kegagalan, inilah pentingnya data, SIPBM ini hadir untuk menjawab semua persoalan itu, bisa dikatakan sebagai Bank Data Mikro, yang nantinya akan digunakan secara baik” beber Dzulkifli, Rabu (14/07) dalam kegiatan pembukaan pelatihan para admin desa.

Terpisah Sekertaris Kabupaten (Sekab) Mamuju Tengah, Askary Anwar, bahwa tersedianya data yang akurat tentu bagi pemerintah akan memudahkan dalam pengelolaan setiap perencanaan pembangunan mulai dari perencanaan kebijakan hingga perencanaan program.

Olehnya, dalam pandangannya, dengan dilahirkannya Bank Data Mikro melalui SIPBM ini, kedepan penyiapan data data yang dibutuhkan secara akurat tersedia dan dapat dimanfaatkan kapanpun kemudian data tersebut dibutuhkan.

“Sebab dengan ketersedian data yang akurat dan terbarukan serta dapat digunakan kapan pun dibutuhkan, tentu memudahkan dalam perencanaan program yang bersifat pemberdayaan, karena kita berharap, percepatan penyediaan bank data ini bisa didorong dengan cepat” jelas Askary.

Ia menambahkan bahwa program partisipasi masyarakat yang tumbuh di desa, tentu sangat didukung oleh ketersediaan data mikro yang ada, dan ini hanya bisa didapatkan dengan tersediannya bank data itu sendiri.

“Sebab itu keberhasilan pemerintah desa dalam pembangunan, bukan hanya diukur dari berapa banyak infrastruktur yang mereka bangun, tapi seberapa besar tingkat partisipasi masyarakat di desa tersebut” tutup Askary.

(Fhatur Anjasmara)

 

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here