Foto bersama disela kegiatan advokasi dan sosialisasi kepada pelajar SMA/SMK
banner 728x90

Pasangkayu, Katinting.com – Dalam upaya mencegah perkawinan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan serangkaian kegiatan advokasi dan sosialisasi kepada pelajar SMA/SMK di Mamuju Tengah (Mateng) dan Pasangkayu pada 27-28 Februari 2024.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mengedukasi generasi muda tentang dampak negatif dan risiko perkawinan di usia dini.

Dibuka oleh Kepala DP3AP2KB Sulbar, Amir, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari jajaran DP3AP2KB serta melibatkan siswa-siswi dari lima sekolah di dua kabupaten tersebut.

Edukasi yang diberikan tidak hanya teori tetapi juga praktik, termasuk mengenali bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain, sebagai salah satu bentuk perlindungan diri.

“Kami bertujuan untuk memberikan pemahaman yang kuat kepada siswa-siswi tentang pentingnya pendidikan dan bahaya perkawinan anak. UU Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019 menetapkan batas minimal usia perkawinan adalah 19 tahun, baik untuk laki-laki maupun perempuan,” terang Amir dalam sambutannya.

Advokasi ini mendapatkan sambutan positif dari para kepala sekolah yang hadir, mengingat meningkatnya kasus perkawinan anak di lingkungan sekolah dan masyarakat. Mereka berharap kegiatan serupa dapat lebih sering dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap isu ini.

Kegiatan advokasi dan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya DP3AP2KB Sulbar dalam mencegah perkawinan anak di wilayahnya, sekaligus mendukung terwujudnya keluarga berkualitas melalui pemahaman dan edukasi yang tepat kepada generasi muda.

(*)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here