Tepi jalan Arteri dari gerbang utara, yang terlihat ambles belasan meter, dengan lebar kubangan mencapai tiga meteran, jumlah titik yang ambles sebanyak empat titik. (dok Fhatur Anjasmara)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Salah satu ruas jalan kebanggaan di Ibukota Provinsi Sulawesi Barat, adalah ruas jalan Arteri yang membentang beberapa kilometer di pinggir pantai Mamuju dari dan ke Kantor Gubernur.

Ruas jalan ini kemudian pun menjadi salah pusat rekreasi bagi masyarakat di Mamuju yang ingin menikmati suasan pantai hingga berenarng di pantai pada akhir pekan tiba.

Hanya saja kemudian, jalan dengan konstruksi beton full ini, yang mulai dikerjakan pada tahun 2013 lalu ini, di beberapa titik tepinya mengalami penggerusan air laut, sehingga tampak sejumlah tanggul jebol dibawahnya, terlihat menganga di Arteri.

“Saya tidak tahu, sejak kapan ini jebol, tapi ini saya perhatikan sudah ada sepekan, belum tertangani” ungkap salah seorang warga Mamuju Arifin, yang ditemui di area Car Free Day, Minggu (10/03).

Katanya, awal awal terlihat lobang jebol ini, tak seberapa luas, hanya berkisar satu meter persegi, tapi sepekan kemudian, sejak dia melihat kali pertama, sudah malah beberapa kali lebih luas lebar tepi jalan Arteri yang jebol.

“Makanya, saya anggap ini sangat cepat penggerusannya, karena pekan lalu tidak selebar ini, tepi yang jebol, ini malah satu mobil dengan enam roda, sudah bisa terjungkal kedalam dan muat” kata Arifin.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Anisa, yang memiliki jadwal rutin berlari lari setiap pagi dengan memanfaatkan ruas jalan Arteri, ia menyampaikan bahwa hampir setiap hari menyaksikan pertambahan luas tepi Arteri yang jebol karena gerusan air laut, karena setiap hari menghabiskan waktunya di pagi hari berlari di Arteri kecuali hujan.

“Nah saya kan selalu lihat, kenapa tambah lebar, dan bertambah beberapa titik, bahkan ada yang belum berlobang, tapi dibawahnya sudah tergerus abis” ujar Anisa.

Bahkan Ia menduga, pihak penanggungjawab dari ruas Arteri itu belum mengetahui kondisi yang terjadi di sana, sehingga tak ada upaya perbaikan segera.

“Sebab berdasarkan ilmu yang didapat saat masih kuliah, kalau ruang bawah Arteri yang tergerus ini tidak segera tertangani, maka ruas Arteri ini akan jebol dan ambles kebawah, beruntung ini masih tepinya” imbuh Anisa.

Sementara itu, upaya konfirmasi ke pihak Balan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) belum mendapatkan hasil, nomor kontak yang di hubungi, sedang tidak aktiv. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here