Tampak jalan arteri sepi yang biasa ramai saat akhir pekan. (dok. Anhar)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) di akses jalan Arteri Mamuju telah menjadi sorotan setelah mengakibatkan penurunan omset hingga 50 persen bagi sejumlah penjual, kebanyakan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pagi ini, Minggu (17/12), Pemprov Sulbar memulai acara CFD yang dipimpin langsung oleh penjabat Gubernur Sulawesi Barat, Zudan Arif Fakrulloh.

BACA JUGA: Pemprov Sulbar Tutup Ruas Arteri Kick Of Car Free Day, Prof Zudan Arif Fakrulloh : Kita agendakan rutin tiap pekan

Akan tetapi, kegiatan CFD yang berpusat di depan Kantor BPJN Sulbar, menutup sebagian akses kendaraan dari pertigaan jalan Nelayan Karema hingga jalan Yos Sudarso dekat tugu Manakarra Tower, sepanjang kurang lebih 1,8 Kilometer (Km).

Sebagian besar UMKM yang biasanya berjualan di area depan Kantor BPJN Sulbar pada akhir pekan merasakan dampak langsung dari CFD ini. Tempat ini selain menjadi pusat belanja makanan dan jajanan, juga menjadi lokasi rekreasi di pagi hari atau untuk mandi di laut.

Rizal, salah seorang penjual, menyampaikan kekecewaannya karena penurunan drastis dalam omsetnya. “Biasanya hari Minggu ramai pembeli, sekarang sangat sepi. Akses kendaraan yang jauh ditutup membuat orang malas datang. Banyak yang datang bukan hanya untuk rekreasi tapi juga untuk belanja,” ujarnya.

Adi, seorang penjual buah, menunjukkan kekecewaannya karena omsetnya turun tajam akibat CFD. “Kegiatan ini juga harus mempertimbangkan nasib usaha kami. Sekarang sangat sepi. Biasanya saya bisa mendapat sampai 2 juta, sekarang hanya 500 ribu,” keluhnya sambil menunjukkan hasil penjualannya.

Seorang warga, Ibu Santi, berharap agar CFD memberi manfaat tanpa mengganggu. “Saya datang kesini setiap akhir pekan untuk belanja dan rekreasi dengan anak. Parkiran yang sulit diakses membuat malas untuk datang,” ungkapnya.

Para penjual meminta evaluasi terhadap CFD agar akses ke UMKM lebih mudah bagi pengunjung. Mereka juga berharap disediakan area parkir yang lebih aksesibel untuk mendukung kunjungan ke UMKM.

Diketahui, CFD bukan kali pertama diadakan di Mamuju. Pada tahun 2016, anjungan pantau Manakarra Mamuju juga pernah menjadi area CFD.

Laporan: Anhar

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here