Gambar ilustrasi diolah berbagai sumber
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Terhitung sejak tanggal 3 September 2022, pukul 14.30 WIB pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite, Solar dan Pertamax.

Pertalite dari harga Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 perliter. Solar dari harga Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax non-subsidi dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter. Kenaikan harga ini dengan dalih mengurangi beban subsidi dari anggaran dan pendapatan negara (APBN) yang dianggap semakin berat seiring kenaikan harga minyak dunia.

BACA JUGA : Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Mamuju saat Rombongan Mendagri Melintas

Sejak Presiden Soekarno hingga saat ini Presiden Joko Widodo perubahan harga bahan bakar terus terjadi, hanya Presiden BJ Habibie yang tidak pernah menaikkan harga BBM selama 18 bulan memimpin.

Disadur dari katadata.co.id yang dihimpun dari data Kementerian Energi dan Sumebr Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina (Persero) yang dikutip Jurnal Habibie Center.

Berikut ini perubahan harga BBM bersubsidi setiap masa kepemimpinan Presiden RI dimulai dari Preside Jokowi, Presiden SBY, Presiden Megawati, Presiden Abdurahman Wahid, Presiden Soeharto, dan Presiden Soekarno.

Presiden Joko Widodo (20 Oktober 2014 – sekarang)

  1. Tanggal 18 November 2014 : Premium Rp 8.500 – Solar Rp 7.250
  2. Tanggal 1 Januari 2015 : Premium Rp 7.600 – Solar Rp 7.250

Jokowi cabut subsidi premium

Subsidi solar menjadi tetap Rp 1.000

  1. Tanggal 19 Januari 2015 berlaku dua harga : Bali Madura Premium Rp 6.900 – Solar Rp 6.400 Luar Bali Madura Premium Rp 6.700 – Solar Rp 6.400
  2. Tanggal 1 Maret 2015 kembali berlaku satu harga nasional : Premium Rp 6.800 – Solar Rp 6.400 28 Maret 2015 : Premium Rp 300 – Solar Rp 6.900
  3. Tanggal 5 Januari 2016 Kembali berlaku dua harga : Jawa, Madura, Bali (Jamali) : Premium Rp 7.050 – Solar Rp 5.650 di luar Jamali : Premium Rp. 6.950 – Solar Rp 5.650
  4. Tanggal 1 April 2016 : Jamali Premium Rp 6.550 – Solar Rp 5.150 di luar Jamali : Premium 6.450 – Solar Rp 5.150
  5. Tanggal 10 Oktober 2018 : Jamali Premium Rp 7.000 – Solar Rp 5.150 Luar Jamali Premium Rp 6.900 – Solar Rp 5.150.

Kemudian kebijakan ini dibatalkan satu jam setelah diumumkan. Kemudian Pertalite ditetapkan sebagai BBM bersubsidi.

  1. Tanggal 1 April 2022 : Pertalite Rp 7.650 – Solar Rp 5.150
  2. Tanggal 3 September 2022 : Pertaite Rp Rp 10 ribu – Solar Rp 6.800.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (20 Oktober 2004 – 20 Oktober 2014)

Selama memimpin tercatat harga BBM bersubsidi berubah delapan kali. Empat kali menaikkan harga Premium, dan menurunkannya sebanyak tiga kali. Sementara untuk Solar, SBY empat kali menaikkannya, dan menurunkannya sebanyak dua kali.

  1. Tanggal 1 Nopember 2004 : Premium Rp 1.810 – Solar Rp 1.650
  2. Tanggal 1 Maret 2005 : Premium Rp 2.400 – Solar Rp 2.100
  3. Tanggal 1 Oktober 2005 : Premium Rp 4.500 – Solar Rp 4.300
  4. Tanggal 24 Mei 2008 : Premium Rp 6.000 – Solar Rp 5.500
  5. Tanggal 1 Desember 2008 : Premium Rp 5.500 – Solar Rp 5.500
  6. Tanggal 15 Desember 2008 : Premium Rp 5.000 – Solar Rp 4.800
  7. Tanggal 15 Januari 2009 : Premium Rp 4.500 – Solar Rp 4.500
  8. Tanggal 22 Juni 2013 : Premium Rp 6.500 2.500 Solar Rp 5.500

Presiden Megawati Soekarnoputri (23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004)

Setiap perubahan tidak serentak dilakukan untuk Premium dan Solar. Dalam tiga tahun kepemimpinannya melakukan 15 kali penyesuaian harga, dua kali melakukan penurunan harga premium, dan enam kali membuat harga solar menjadi lebih murah.

  1. Tanggal 1 Agustus 2001 : Premium Rp 1.450 – Solar Rp 1.190
  2. Tanggal 1 September 2001 : Premium Rp 1.450 – Solar Rp 955
  3. Tanggal 1 Oktober 2001 : Premium Rp 1.450 – Solar Rp 1.000
  4. Tanggal 1 Nopember 2001 : Premium Rp 1.450 – Solar Rp 945
  5. Tanggal 1 Desember 2001 : Premium Rp 1.450 – Solar Rp 900
  6. Tanggal 17 Januari 2002 : Premium Rp 1.550 – Solar Rp 1.150
  7. Tanggal 1 April 2002 : Premium Rp 1.600 – Solar Rp 1.250
  8. Tanggal 3 Mei 2002 : Premium Rp 1.750 – Solar Rp 1.400
  9. Tanggal 1 Juli 2002 : Premium Rp 1.750 – Solar Rp 1.350
  10. Tanggal 1 Agustus 2002 : Premium Rp 1.735 – Solar Rp 1.325
  11. Tanggal 1 September 2002 : Premium Rp 1.690 – Solar Rp 1.360
  12. Tanggal 1 Oktober 2002 : Premium Rp 1.750 – Solar Rp 1.440
  13. Tanggal 1 Nopember 2002 : Premium Rp 1.750 – Solar Rp 1.550
  14. Tanggal 2 Januari 2003 : Premium Rp 1.810 – Solar Rp 1.890
  15. Tanggal 21 Januari 2003: Premium Rp 1.810 – Solar Rp 1.650

Presiden RI Abdurahman Wahid atau Gus Dur (20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001)

  1. Tanggal 1 Oktober 2000 : Premium Rp 1.150 – Solar Rp 600
  2. Tanggal 1 April 2001 : Premium Rp 1.150 – Solar Rp 990
  3. Tanggal 1 Mei 2001 : Premium Rp 1.150 – Solar Rp 1.150
  4. Tanggal 1 Juni 2001 : Premium Rp 1.150 – Solar Rp 1.285
  5. Tanggal 16 Juni 2001 : Premium Rp 1.450 – Solar Rp 900
  6. Tanggal 1 Juli 2001: Premium Rp 1.450 – Solar Rp 1.250

Presiden RI Soeharto (12 Maret 1967 – 21 Mei 1998)

Selama 32 tahun memimpin, 20 kali perubahan harga BBM bersubsidi. Meski tidak serentak antara premium dan solar.

  1. Tanggal 3 Agustus 1967 : Premium Rp 4 – Solar Rp 3,5
  2. Tanggal 25 April 1968 : Premium Rp 16 – Solar Rp 12,5
  3. Tanggal 1 Juni 1970 : Premium Rp 25 – Solar Rp 12,5
  4. Tanggal 1 April 1972 : Premium Rp 35 – Solar Rp 14
  5. Tanggal 1 April 1973 : Premium Rp 41 – Solar Rp 16
  6. Tanggal 22 April 1974 : Premium Rp 46 – Solar Rp 19
  7. Tanggal 1 April 1975 : Premium Rp 57 – Solar Rp 22
  8. Tanggal 1 April 1976 : Premium Rp 70 – Solar Rp 25
  9. Tanggal 5 April 1979 : Premium Rp100 – Solar Rp 35
  10. Tanggal 1 Mei 1980 : Premium Rp 150 – Solar Rp 52,5
  11. Tanggal 4 Januari 1982 : Premium Rp 240 – Solar Rp 85
  12. Tanggal 7 Januari 1983 : Premium Rp 320 -Solar Rp 145
  13. Tanggal 12 Januari 1984 : Premium Rp 350 – Solar Rp 220
  14. Tanggal 1 April 1985 : Premium Rp 385 – Solar Rp 242
  15. Tanggal 10 Juli 1986: Premium Rp 385 – Solar Rp 200
  16. Tanggal 24 Mei 1990 : Premium Rp 450 – Solar Rp 245
  17. Tanggal 11 Juli 1991 : Premium Rp 550 – Solar Rp 300
  18. Tanggal 8 Januari 1993 : Premium Rp 700 – Solar Rp 380
  19. Tanggal 5 Mei 1998 : Premium Rp 1.200 – Solar Rp600
  20. Tanggal 16 Mei 1998 : Premium Rp1.000 – Solar Rp 550

Presiden RI Sukarno (18 Agustus – 12 Maret 1965)

  1. Tanggal 22 November 1965 : Harga BBM jenis premium menjadi Rp 0,3 dan Solar Rp 0,2.
  2. Tanggal 3 Januari 1966 : Premium menjadi Rp 1 dan Solar Rp 0,2.
  3. Tanggal 27 Januari 1966 : Penyesuaian harga Premium dan turun Rp 0,5, dan Solar Rp 0,4.

 

Sumber: katadata.co.id
Edit : Anhar

Bagikan

Comment