banner 728x90
Data vaksinasi Covid-19 di Provinsi Sulawesi Barat. (Ist)

1.089.240 jiwa menjadi target vaksinasi pencegahan Covid-19 di Provinsi Sulbar. Sesuai rekap data Dinas Kesehatan (Dinke) Sulbar per 17 Desember 2021, yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama 625.050 jiwa atau 57,30 persen. Sedangkan untuk pemberian dosis kedua baru menyentuh 33,56 persen atau 365.050 jiwa.

Oleh pemerintah pusat, capain itu masih dicap rendah. Sulbar masuk dalam deretan provinsi dengan capaian vaksinasi masih di bawah 60 persen, sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Apel Kasatwil di Bali, pekan lalu. Selain Sulbar, deretan provinsi yang juga disebut Jokowi adalah Aceh, Riau, Sumsel, Sumbar, Kalbar, Kalsel, Sulsel, Sulteng, Sultra, Maluku, Maluku Utara, NTT, Papua dan Papua Barat.

Itu sebanya, berbagai upaya terus dilakukan Pemprov Sulbar bersama Polri, TNI, instansi vertikal dan elemen lainnya demi mengejar target vaksinasi, setidak-tidaknya menembus 70 persen hingga akhir bulan ini.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) mengingatkan kepada seluruh kepala bupati, camat hingga lurah dan kepala desa untuk terus menggencarkan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

“Vaksinasi harus lebih masif lagi. Saya harapkan bupati dan kepala dinas kesehatan di kabupaten, termasuk camat dan kepala desa untuk terus tingkatkan vaksinasi,” kata Ali Baal, di Mamuju, belum lama ini.

Menurutnya, masih banyak masyarakat belum divaksin. Itu terlihat dari angka capaian vaksinasi Sulbar belum sampai 60 persen.

“Artinya masih banyak yang belum vaksin,” ucapnya.

Ia meminta kepada seluruh pihak untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi ini, termasuk meminta dukungan masyarakat untuk ikut vaksin agar tercapai kekebalan kelompok atau herd immunity. “Saya harapkan masyarakat bantu kami pemerintah untuk vaksin. Marilah kita semua untuk ikut vaksin, agar semua ini bisa selesai,” tuturnya.

Ia menjelaskan, apabila capaian vaksinasi bisa sesuai target, akan berdampak pada pemulihan ekonomi di tengah masyarakat.

“Semoga di tahun 2022 pandemi bisa berakhir, mudah-mudahan pandemi tidak ada lagi,” harap Ali.

Ia menegaskan, pemerintah juga terus memberikan dukungan kepada seluruh pihak yang akan melakukan vaksinasi, termasuk apabila terjadi kekurangan vaksin, maka pemprov akan meminta tambaha ke pusat.

Sejurus dengan itu, demi mencapai target vaksinasi Covid-19 dan terciptanya herd imunity di tengah masyarakat, Kapolda Sulbar Irjen Pol Dr. Eko Budi Sampurno, mengumpulkan para camat dan kapolsek. Kali ini dipusatkan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Pertemuan yang digelar pada Jumat malam, 17 Desember 2021 itu, dilakukan bersama Pemprov Sulbar dan Pemkab Polman. Pokok bahasan utamanya adalah percepatan vaksinasi. Rapat ini dihadiri Wakapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. R. Umar Faroq, Bupati dan Wabup Polman Andi Ibharim Masdar dan M. Natsir Rahmat.

Rapat ini merupakan tindak lanjut petunjuk dan arahan Presiden Joko Widodo guna menekan angka kematian akibat Covid-19 dan membentuk herd imunity. Itu sebabnya vaksinasi harus terus digencarkan. Dalam rakor tersebut, Kapolda Sulbar menegaskan komitmennya agar target capaian vaksinasi di Kabupaten Polman bisa mencapai 70 persen di akhir tahun ini. “Untuk itu saya ingin kita berkomitmen bersama-sama memperkuat vaksinasi ini,” ungkap Kapolda Sulbar.

Selanjutnya, Kapolda memaparkan beberapa strategi percepatan vaksinasi. Antara lain melibatkan Dinas Pendidikan terutama dalam mobilisasi sasaran wali kelas, melibatkan perguruan tinggi untuk mobilisasi sasaran mahasiswa, melibatkan Dinas Sosial melalui PKH untuk mobilisasi sasaran penerima batuan sosial, melibatkan Samsat/Bapenda untuk perpanjangan SIM/STNK menunjukkan kartu vaksinasi, melibatkan Dinas Perhubungan karena pelaku perjalanan wajib menunjukkan kartu vaksinasi selain swab antigen

Kemudian melibatkan lurah, kepala desa, camat untuk menyiapkan tempat vaksinasi, serta melibatkan RT/RW dan tokoh agama untuk memobilisasi warga/jemaahnya. Selain itu, memperbanyak pusat-pusat vaksinasi selain rumah sakit, Puskesmas, dan klinik. Dilakukan pula sweeping berbasis RT, pemilihan waktu vaksinasi (pagi, siang, atau malam), pemberian hadiah bagi peserta vaksinasi melalui undian.

“Tak lupa pemberian reward bagi vaksinator yang dapat mencapai target sampai 31 Desember 2021, termasuk bagi kabupaten/kota yang bisa mencapai target. Hal yang tidak kalah penting yakni sosiaslisasi secara massif untuk menangkal hoaks seputar vaksin dan sistem ‘jemput bola’,” tegas Kapolda.

Sementara itu, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar mengemukakan, pihaknya akan menindaklanjuti sejumlah masukan yang disampaikan Kapolda Sulbar terkait pelaksaan percepatan vaksinasi di Kabupaten Polman. Pihaknya juga akan menyosialisasikannya bersama ormas dan sejumlah universtas di Kabupaten Polman.

Bupati juga mengungkap kendala yang dihadapi sejauh ini adalah jumlah vaksinator yang masih terbatas serta terkait jaringan internet pada saat screening dan penginputan data yang menyebabkan antrean panjang.

(Anhar)

Bagikan

Comment