Hamparan awan menyelimuti pusat kota Kabupaten Mamasa dapat disaksikan dari Buntu Kepa'.
banner 728x90

Mamasa, Katinting com – Berbicara soal Pariwisata di kabupaten Mamasa memang tidak ada habisnya. Daerah dengan julukan Bumi Kondosapata itu selain kaya akan adat istiadatnya, pesona alamnya juga tak kalah menariknya untuk dikunjungi.

Salah satu spot wisata di Kabupaten Mamasa yang saat ini ramai dikunjungi wisatawan, yakni wisata negeri diatas awan Buntu Kepa’.

(Dok. Zulkifli)
(Dok. Zulkifli)

Dari sini, spot wisata yang berketinggian sekira 1.200 MDPL, pengunjung disuguhi pemandangan indah hamparan lembah dan pegunungan yang hijau. Dipagi hari, pelancong dapat menikmati awan berarak bak sedang berada di negeri di atas awan yang menutupi pusat kota Kabupaten Mamasa.

Buntu Kepa’ berada di Desa Taupe, di bawah kaki Gunung Mambulilling, hanya berjarak sekira 2 kilometer dari sebelah utara Ibu Kota Kabupaten Mamasa.

Dalam dua bulan terakhir ini, wisata yang baru saja viral ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Puncaknya, pada libur Idul Fitri kemarin, katanya, dalam sehari pengunjung bisa mencapai 200 sampai 500 orang.

“Ramai nya itu sejak hari libur ini dalam sehari itu biasa mencapai 200 sampai 500 pengunjung selama hari libur,” kata pengelolah wisata Buntu Kepa’ Boby Pata’langi.

Negeri diatas awan Buntu Kepa’ begitu berpotensi menjadi salah satu primadona wisata di daerah tujuan pariwisata Sulbar itu. Itu dikarenakan jaraknya begitu dekat dari pusat pemerintahan Kabupaten Mamasa.

Lokasi wisata Buntu Kepa’ sangat mudah dikunjungi. Jika hanya ingin berswafoto dengan latar belakang hamparan awan. Pengunjung yang berada di pusat kota tak perlu camping di sana. Cukup berangkat sekira pukul 05.30 untuk menuju lokasi wisata karena hamparan awan di Buntu Kepa’ ini bisa dinikmati hingga pukul 08.00.

Apalagi akses jalan menuju titik lokasi wisata juga tak begitu melelahkan karena jaraknya dari tempat parkiran kendaraan hanya sekira 500 meter. Menuju lokasi wisata pun dapat dilalui kendaraan roda empat.

Hanya saja, fasilitas di lokasi wisata belum cukup memadai. Wisata buntu Kepa ini masih dikelola swadaya oleh masyarakat setempat, belum ada sentuhan pemerintah.

“Biaya masuk untuk sementara ini Rp 3.000 karena ini baru sementara pembenahan. Kita ambil kontribusi untuk pengelolaan wisata,” sebut Boby sapaan akrabnya.

(Dok. Zulkifli)
(Dok. Zulkifli)

Boby berharap kepada pemerintah Desa maupun Kabupaten agar kedepannya juga turut mendukung wisata Buntu Kepa’ ini menjadi salah satu spot wisata primadona di Kabupaten Mamasa.

“Terutama akses jalan supaya segera diperbaiki. Karena ini wisata sementara dalam proses, kita sudah rintis. Jadi untuk menunjang wisatawan datang ke tempat ini saya harapkan pemerintah untuk akses jalan diperbaiki,” harap Boby.

Dia juga menghimbau kepada wisatawan yang berkunjung ke Buntu Kepa’ untuk tetap menjaga keamanan dan kebersihan. Dia juga menghimbau masyarakat Desa Taupe agar bersikap ramah kepada wisatawan.

“Juga saya himbau ke masyarakat setempat bagaimana caranya menyambut tamu karena saya anggap bahwa Desa Taupe ini adalah tuan rumah. Kita harus melayani tamu dengan baik,” tuturnya.

(Zulkifli)

Bagikan

Comment