Kondisi banjir di sejumlah wilayah Mamuju Tengah, saat intensitas curah hujan tinggi. (dok Ist)
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Intensitas curah hujan yang tinggi mengguyur beberapa wilayah di Mamuju Tengah pekan lalu, membuat sejumlah wilayah di Mamuju Tengah, menjadi sasaran banjir genangan maupun luapan dari sungai sekitarnya.

Hal tersebut menjadi perhatian pemerhati lingkungan di Mamuju Tengah, dalam keterangan persnya, Forum Aktivis Peduli Lingkungan (FAPL) Mamuju Tengah oleh Ketuanya Irsan Muhammad, Senin (11/12) mengemukakan bahwa ada kekeliruan berjenjang dalam pengelolaan lingkungan di Mamuju Tengah.

Ia menuturkan bahwa aplikasi perkebunan sawit yang berlebihan di Mamuju Tengah, bahkan merambah disekitar lingkungan, bukti kerusakan resapan air di Mamuju Tengah sangat parah.

“Karena kerusakan kawasan yang menjadi andalan resapan air ini, kemudian air tidak memiliki lagi ruang ramah bagi warga, sehingga tak ada pilihan kecuali menjadi bencana bagi warga” tutur Irsan.

Katanya, hendaknya ketikan Mamuju Tengah dulu masih disebut Budong budong dan Karossa ini, mulai disulap menjadi kawasan perkebunan sawit, semestinya ada proteksi bagi kawasan yang menjadi area resapan air.

“Tapi faktanya kini, kan tidak demikian, tingginya deforestasi hutan di wilayah Bumi Lalla Tassisara atas dalih mendorong peningkatan ekonomi menuju kesejahteraan warga, justru menjadi pemicu bencana alam berkala di Mamuju Tengah, seperti banjir” kata Irsan.

Karenanya Ia berharap kiranya dengan kondisi yang dialami oleh Mamuju Tengah saat ini, setiap intensitas curah hujan tinggi, menjadi langganan banjir, semestinya pemerintah dan stakeholder terkait lingkungan, bisa duduk bersama membuat kebijakan afirmativ soal pembatasan pembukaan kebun sawit baru, baik oleh perusahaan maupun perseorangan.

“Tentu ini demi menjaga lingkungan yang kita pinjam ini dari anak cucu kita, agar kita bisa mengeliminir bencana banjir ke depan” pungkas Irsan. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here