Sejumlah rumah warga menjadi langganan Banjir Rob di Desa Lamba lamba, Kecamatan Pangale, Mamuju Tengah, akibat paparan abrasi pantai dalam beberapa tahun terakhir. (Dok. Fhatur Anjasmara)
banner 728x90

Mateng, Katinting.com – Tidak kurang dari 30 rumah milik warga di Desa Lamba lamba, terpapar banjir rob dalam lima tahun terakhir, dan saat ini kondisi banjir rob di Desa Lamba lamba, Kecamatan Pangale, Mamuju Tengah, terus mengalami peningkatan.

Peningkatan banjir rob diwilayah ini, ditandai dengan luas paparan area banjir rob dan kedalaman disejumlah area, yang sebelumnya hanya satu dua rumah dengan kedalaman berkisar 10 centimeter, saat ini sudah menjangkau puluhan rumah dengan kedalaman sudah mencapai 30 centimeter hingga 40 centimeter.

Kondisi ini diakibatkan oleh abrasi pantai yang cukup cepat disepanjang pesisir wilayah Kecamatan Pangale, sebab dalam sepuluh tahun terakhir, khusus di Desa Lamba lamba sudah menyasar tiga baris jejeran pohon kelapa milik warga, tentu kondisi ini membuat kekuawatiran warga yang mukim diwilayah Lamba lamba ini.

Bahkan selain menggerus jejeran pohon kelapa milik warga, sejumlah bangunan juga sudah tergerus dengan kondisi paparan banjir rob selama ini.

“Hanya saja, sampai saat ini, belum ada perhatian serius dari pihak terkait, terkhusus pihak yang bertanggungjawab atas kebencanaan, dalam penanganan yang dialami oleh masyarakat disini,” ungkap salah seorang warga Lamba lamba, pada laman ini, yang namanya minta tak ditulis.

lanjut sumber laman ini, baru saja tanda tanda abrasi akan menggila di wilayah tersebut, beberapa tahun lalu, terlihat, warga sudah menyampaikan kekuawatirannya, tapi sampai beberapa baris pohon kelapa yang tergerus oleh abrasi pantai, pihak kebencanaan tak pernah hadir, melakukan antisipasi.

“Ya bisa disaksikan sekarang, kondisinya sudah cukup parah, karena banjir rob akibat abrasi ini, sudah melanda luas pemukiman warga, dan cukup dalam, karena sudah mencapai lutut orang dewasa,” jelas sumber tadi.

Terpisah, salah seorang tokoh pemuda dari wilayah ini, Kasriada Kasim, saat dihubungi, Sabtu (29/05) sangat kuawatir dengan kondisi yang melanda desanya dan dirasakan oleh masyarakat di Lamba lamba.

Karenanya, melalui pesal surelnya, Ia menyampaikan harapannya, kepada pemerintah kabupaten hingga pemerintah provinsi khususnya pihak paling bertanggungjawab dalam penanganan abrasi pantai yang berakibat pada paparan banjir rob bagi pemukiman, kiranya dapat segera membuat perencanaan yang nyata pada penanganan abrasi pantai di sepanjang pesisir wilayah desa Lamba lamba.

“Tentu harapan kami, mewakili masyarakat disini, yang menjadi korban dampak dari abrasi pantai yang berujung dengan banjir rob ini, agar segera ada penanganan serius, sebab kondisi ini, membuat masyarakat tak bisa berbuat banyak, masyarakat ingin hidup sejahtera dan nyaman, terlepas dari kondisi yang mereka alami saat ini,” singkat Kasriadi.

(Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here