banner 728x90

Amruknya Jembatan Gantung Sangkurio Akses Menuju 3 Sekolah Terputus

banner 728x90
Amruknya Jembatan Gantung Sangkurio Akses Menuju 3 Sekolah Terputus

Jembatan Sangkurio Yang Ambruk

Katinting.com, Mamuju – Jembatan Gantung Sangkurio Ambruk, yang berada di lingkungan Kadolang, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat siang tadi Jumat (05/02) sekira pukul 11.00, mengakibatkan akses utama menuju Sangkurio terputus.

Ambruknya jembatan karena putusnya tali sling yang menjadi penopang jembatan gantung sepanjang 70 meter, bersamaan dengan sejumlah anak melintas dari pulang sekolah, mengakibatkan sejumlah anak terjung kesungai dan mengalami luka-luka, bahkan 8 anak dirujuk kerumah sakit Mamuju dan dua orang menderita luka parah.

Akses tersebut adalah penghubung satu-satunya bagi warga menjalankan aktifitas sehari-hari dan menuju ke SD Impres Sangkurio, SD Negeri 5 Mamuju dan SMP 6 Mamuju. Sehingga seorang ibu yang anaknya menjadi korban berharap pemerintah segera mengambil langkah kongkrik untuk mengatasi hal tersebut.

“Jembatan itu pak, jalan satu-satunya ke sekolah. Disana (Sangkurio,red) itu ada tiga sekolah, itu sekolah SD Impres Sangkurio, SD Negeri 5 Mamuju dan SMP 6 Mamuju. Jadi, kalau tidak ada jembatan, anak-anak kami harus melintasi sungai dan pasti basah-basah, kalau banjir terpaksa tidak sekolah,” kata Ibu Afriansyah.

Lanjut Ibu Afriansyah meminta, agar pemerintah dapat menyediakan penyebrangan sementara sampai jembatan diperbaiki, “Supaya anak sekolah tidak basah saat melintasi sungai, harus ada perahu atau apalah pak, agar anak-anak kami juga aman pergi kesekolah,” pintanya.

Amruknya Jembatan Gantung Sangkurio Akses Menuju 3 Sekolah Terputus

Seorang anak memperhatikan jembatan Ambruk

Sementara itu seorang anak yang juga menjadi korban dan berada diatas jembatan saat ambruk, mengatakan terpaksa tidak bersekolah jikalau air sungai meluap dan tidak ada penyebrangan.

“Kalau menyebrang disungai basah ki pak, disini juga biasa langsung banjir, ya, terpaksa tidak sekolah kalau banjir,” ungkapnya, enggan menyebutkan namanya.

(Anhar Toribaras)

 

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.