banner 728x90

Aliansi Mahasiswa Demo Pertanyakan Penanganan Kasus Pemukulan Mahasiswa

banner 728x90
Aksi mahasiswa depan gedung DPRD Mamuju

Aksi mahasiswa depan gedung DPRD Mamuju

Katinting.com, Mamuju – Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan Aparat dari FPPI, PMII, BEM Unika dan GMNI menggelar aksi unjukrasa mempertanyakan kelanjutan penanganan kasus pemukulan yang dilakukan 9 orang oknum polisi kepada seorang mahasiswa STIE beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: http://katinting.com/aliansi-mahasiswa-desak-kapolres-mamuju-mundur-dan-pecat-pelaku-penganiayaan/

“Kami mempertanyakan kasus pemukulan terhadap kawan kami Tri Sutrisno, yang dilakukan 9 orang oknum Polres Mamuju. Ini adalah bentuk perencanaan pemukulan yang dilakukan 9 orang oknum polisi, kami sudah laporkan namun belum ada perkembangan penyidikan,” kata Ibnu Imat Totori dalam orasinya.

Aksi ini dimulai dari perepatan jalan Ahmad Kirang menuju Gedung DPRD Mamuju, dalam aksinya kemudian diterima anggota DPRD Mamuju Bahrun Rasyid yang menyatakan dukungan terhadap aksi mahasiswa.

“Kita tidak sepakat kalau ada begitu (pemukulan-red) secara pribadi saya tidak sepakat dengan hal itu. Dan secara kelembagaan kalau datang pimpinan (ketua DPRD Mamuju-red) kita akan meminta memanggil Kapolres Mamuju untuk mempertanyakan hal ini,” kata Bahrun Rasyid.

Sambung Imat dalam orasinya, menegaskan bahwa tidak akan ada proses damai, dalam kasus perencanaan penculikan kawan kami hingga dipukul.

“Jela kejadian tersebut adalah perencanaan penganiayaan, sebab mengatasnamakan pemanggil tapi tanpa surat, menjemput paksa dan mengeroyok kawan kami ditempat gelap. Hal ini tidak ada proses damai, ini akan diteruskan ke meja hijau. Kalau ini tidak ada kejelasan dan tidak ada tindak lanjut kami duga ada permainan kongkalikong sehingga kami minta Kapolres Mamuju dan 9 orang oknum pelaku pemukulan dicopot dari jabatannya,” kata Imat.

Kami juga tegaskan, sammbung Imat, kalau DPRD tidak menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan kami kami untuk memanggil Kapolres kami anggap DPRD Mamuju melakukan pembohongan publik,” kata Imat. (Anhar Toribaras)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.