Unjukrasa Aliansi Cipayung di Mapolda Sulbar. (Ist.)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Puluhan mahasiswa GMNI Mamuju, PC PMII Mamuju, HMI Cabang Manakarra dan BPC GMKI Mamuju yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Cipayung melakukan aksi unjukrasa di Markas Polda Sulawesi Barat, Jumat (15/2).

Aksi yang dimulai dari simpang empat jalan Ahmad Kirang Mamuju menuju Markas Polda Sulbar di Kalubibing, Kelurahan Mamunyu ini mengecam tindak represif aparat kepolisian kepada aksi unjukrasa Aliansi Cipayung se-Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada hari Senin (11/2) lalu, yang mengakibatkan 11 orang harus dilarikan kerumah sakit.

Kepada Katinting.com, Heriansyah selaku kordinator aksi mengatakan, seharusnya kepolisian dimanapun berada mampu menjadi pengayom, memberi rasa aman kepada masyarakat.

“Tidak selayaknya tindakan represif dilakukan oleh kepolisian kepada gerakan mahasiswa, sebab kepada siapa lagi kita menuntut keadilan dan menghadirkan rasa aman ditengah masyarakat. Siapapun yang melakukan tindakan represif kepada setiap individu ataupun kelompok masyarakat ataupun mahasiswa harus mempertanggungjawabkannya secara institusi. Jangan ada pilih kasih, jangan ada tebang pilih,” tegas Hariansyah, Bidang Advokasi, Hubungan Masyarakat dan LSM, PC PMII Mamuju. Jumat (15/2).

Lanjut Heriansyah meminta agar Kapolri, Jendral Tito Karnavian untuk mencopot Kapolda Kalimantan Timur dan Kapolres Kota Balikpapan sebagai bagian yang harus bertanggungjawab terhadap kawan kami yang mendapat tindakan represif, “Kapolri harus mengusut tuntas dan memecat secara tidak hormat oknum polisi yang melakukan tindakan kekerasan terhadap aktivis Kota Balikpapan”.

Sementara itu, Wahyu Abdul Mu’Alif Ketua Bidang PTKP (Perguruan Tinggi dan Kepemudaan), HMI Cabang Manakarra yang ikut berunjukrasa berharap, Semoga Polda Sulbar bisa bekerjasama dengan baik untuk membantu menyampaikan aspirasi kami dari Aliansi Cipayung kepada Kapolri, Jendral Tito Karnavian.

“Aksi yang kami lakukan juga menjadi peringatan bagi aparat dimana pun berada agar tidak berbuat semena-mena melakukan tindak represif. Cukup, apa yang terjadi di Kalimantan tidak terjadi khususnya di Provinsi Sulawesi Barat ini,” tutur Wahyu kepada Katinting.com.

Sambung Aktivis HMI Cabang Manakarra ini, Karena kita sadar betul, sebagai elemen penggerak perubahan bangsa, gerakan mahasiswa tujuannya baik untuk bangsa ini, baik untuk masyarakat, menjadi kontrol sosial dan melakukan perubahan. “Dan kami masih percaya kepolisian bisa mengawal setiap langkah aksi kami dengan baik, memberikan pelayanan yang baik,” harapnya.

Aliansi Cipayung ini juga berharap semua kasus kekerasan terhadap mahasiswa di usut sampai tuntas dan meminta Polda Sulbar untuk menyelesaikan seluruh kasus yang ada.

Sementara itu, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar menemui pengunjukrasa mengapresiasi atas apa disuarakan Aliansi Cipayung.

“Tentu kita tidak mengikan hal serupa terjadi di Sulawesi Barat ini, dan apabila hal itu terjadi maka saya selaku Kapolda Sulbar memastikan akan melakukan tindakan sesuai dengan peraturan,” kata Brigjend Pol Drs. Baharuddin Djafar.

Sementara untuk sejumlah kasus khusus diwilah hukum Polda Sulbar yang disampaikan oleh pengunjukrasa, Kapolda Sulbar mengatakan, itu juga sementara berproses dan tetap berjalan, sehingga kami tentu tidak akan pernah menghalangi adik-adik Mahasiswa untuk membatu kami dalam hal kemajuan daerah Sulawesi Barat agar Malaqbi, sebutnya.

(Anhar)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here