Ratusan tenaga kesehatan dari lintas profesi kesehatan, tumpah ruah di depan Kantor DPRD Mamuju Tengah, menyampaikan penolakannya terhadap RUU Omnibus Law Bidang Kesehatan, karena RUU tersebut mengancam dan melemahkan para petugas kesehatan, yang akan berdampak pada pelayanan kesehatan terhadap masyakarakat. (dok Ist)
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Pagi masih menunjukkan waktu pukul 07:42 waktu Mamuju Tengah dan sekitarnya, saat laman ini tiba pelataran Tugu Benteng Kayumangiwang, Tobadak, di sana sudah tampak satu dua peserta aksi dari lintas profesi bidang kesehatan.

Laman ini mencoba berbaur, bertegur sapa dengan peserta aksi yang menandai dirinya dengan simbol pita putih diikat di kepala. Hingga waktu menunjukkan pukul 08:00, peserta aksi berasal dari lintas profesi bidang kesehatan, sudah mulai ramai, berdatangan dari berbagai penjuru Mamuju Tengah.

Demikian pun dengan petugas, aparat pengamanan dari Polres Mamuju Tengah yang akan mengawal jalannya aksi damai dengan titik aksi Kantor DPRD Mamuju Tengah, juga sudah mulai melakukan tanggungjawabnya pengamanan aksi dengan mengatu lalulintas.

Satu jam kemudian, tidak kurang dari 300 massa aksi berpita putih sudah mulai mengambil posisi secara tertib rencana menuju ke titik aksi, sebagian dengan roda dua, sebagian lagi dengan truck bak terbuka.

Setelah pukul 09:15, massa aksi dengan koordinator aksi Muh Ikrar Idrus, bergerak menuju ke titik aksi DPRD Mamuju Tengah. Setibanya di depan Kantor DPRD Mamuju Tengah yang terletak di jalan Tammauni Pue Ballung, peserta aksi langsung menggelar orasinya.

Setiap orasi yang disampaikan oleh para orator mereka mewakili enam organisasi profesi kesehatan, mulai dari IDI, IDGI, IBI, PPNI, IAI, dan Patelki, semua berisi kecaman dan penolakan pada RUU Omnisbus Law Bid Kesehatan, karena dianggap akan melemahkan profesi bidang kesehatan, yang berdampak pada pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Tentu kami tolak, karena RUU Omnibus Law Bid Kesehatan ini, mengancam dan melemahkan perlindungan dan kepastian hukum terhadap pelaku aktivitas kesehatan, para dokter dan Nakes.

Usai para orator, menyampaikan orasinya, mereka langsung diterima oleh Wakil Ketua DPRD Mamuju Tengah Herman MT, dan kepada para aktivis profesi kesehatan, Ia mengemukakan, menerima secara resmi apa yang menjadi aspirasi dari para peserta aksi.

“Tentu ini kami respon dengan baik, apa yang menjadi aspirasi dari para petugas kesehatan yang mewakili enam organisasi profesi dibidang kesehatan, dan aspirasi ini akan kami teruskan ke DPR RI untuk ditindaklanjuti” ungkap Herman disambut tepuk riuh peserta aksi.

Selain kehadiran Herman di tengah tengah massa aksi, tampak pula Ketua Komisi I, Ketua Komisi III dan sejumlah anggota DPRD Mamuju Tengah yang berada di tempat.

Adapun poin tuntutan peserta aksi Jumat pagi tadi, meliputi tiga tuntutan, yakni ; 1. Menuntut pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Kesehatan Omnibus Law oleh DPR-RI ditunda; 2. Mendesak DPR-RI dan Pemerintah untuk melibatkan semua unsur organisasi profesi Kesehatan di tanah air pada setiap pembahasan, penyusunan, evaluasi RUU kesehatan.; & 3. Meminta dengan hormat kepada seluruh anggota Komisi III DPRD Mateng untuk menyatakan sikap mendukung seluruh tuntutan massa aksi.

Sementara salah seorang pasien di RS Satelite Mamuju Tengah, yang di temui, menanyakan bagaimana pelayanan saat aksi para tenaga medis berlangsung, keluarga pasien Usman, mengemukakan bahwa pelayanan tidak terganggu dengan adanya aksi.

“Justru pelayanan tertatap berjalan, karena ada petugas yang sedang jaga, memang tak diminta untuk meninggalkan waktu kerjanya, sehingga kami keluarga pasien, tak ada masalah dengan aksi yang mereka gelar, karena pasien tetap terlayani” ungkap Usman.

Terpisah Direktur RS Satelite Mamuju Tengah dokter Hj Nur Fitriana, juga sudah menjamin bahwa aksi solidaritas tenaga kesehatan dan para dokter, tidak mengganggu pelayanan di pusat pelayanan kesehatan. Para peserta aksi sudah diatur sedemikian rupa, agar tak mengganggu pelayanan kesehatan.

“Dan ini memang menjadi komitmen kami, sebelum aksi digelar, jadi yang bertugas jaga diwaktu jam aksi, memang tetap melakukan pelayanan, atas tugas tugasnya, jadi sehingga kami jamin, pelayanan tetap berjalan” singkat Fitriana. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here