banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Memperingati Hari Tani Nasional ke 63, Aliansi Masyarakat Peduli Reforma Agraria (AMPERA) melakukan aksi unjuk rasa sekaligus bentuk solidaritas untuk warga Rempang yang berujung rusaknya pagar masuk kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar).

Respon dari rusaknya pintu pagar tersebut Penjabat (PJ) Gubernur Sulbar Zudan Arif Fakrullah melaporkan kasus perusakan di Polres Kota Mamuju sehingga sejumlah aktivis di periksa.

Tiga orang aktivis yang tergabung dalam aliansi ampera menerima panggilan resmi dari Polresta Mamuju pada hari Senin 2 Oktober 2023, yakni Syamsuddin Ketua PMII Cabang Mamuju, Yudi Toda Pengurus GMNI Cabang Mamuju, dan Ali Mustakim Aktivis HMI yang juga ketua Ipmapus.

Atas pelaporan tersebut, Wahyudin Jamil Sekjend PUSSMA (Pusat Studi Strategis Malaqbi) Sulbar menyayangkan sikap Pj Gubernur Sulbar, yang dianggap bentuk pembungkaman dan kriminalisasi, dan telah mencederai nilai demokrasi di Sulawesi Barat.

Padahal kata Wahyu, 22 tuntutan aktivis Ampera lah yang harusnya digubris Pj Gubernur Sulbar, sebab itu menjadi subtansi atas masalah saat ini.

“Diantaranya yang mendesak adalah tuntutan lokal menolak korupsi di Sulbar, penolakan reklamasi dan tambang, penyerobotan hutan lindung dan tanah rakyat di Sulbar, dan menuntut dicabutnya izin perusahaan sawit di Sulbar,” kata Wahyu.

Akhirnya jadi lupa apa esensi yang di suarakan oleh kelompok aktivis, sehingga mengalihkan masalahnya pada yang bukan subtansi. Imbuhnya.

(*)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here