oleh

Ahmad Ali Puji Keistimewaan Anwar Pimpin Nasdem Sulbar

banner 728x90
Foto bersama pengurus Partai Nasdem usai dilantik. (Ist)

Makassar, Katinting.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Ali mengapresiasi Anwar Adnan Saleh (AAS) selaku Ketua DPW Partai Nasdem Sulbar atas keistimewaan yang dimilikinya.

BACA JUGA : Pelantikan dan Rakorwil di Makassar, Partai Nasdem Sulbar Diharap Beri Kemajuan

Itu disampaikan dalam orasi politiknya saat pelantikan dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Barat di ruang Mahoni Hall, Hotel Claro, Jalan A.P Pettarani, Makassar, Jumat (24/09/21) malam.

“Selain karena sebagai mantan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan juga telah banyak berkontribusi dalam pembangunan Sulbar sehingga memang layak dijadikan sebagai bapak pembangun di Sulbar,” ungkapnya.

Namun disisi lain, Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem ini mengatakan bahwa status ketokohannya tersebut bukanlah menjadi jaminan untuk membesarkan Partai NasDem di Sulawesi Barat.

“Membesarkan Partai NasDem di Sulawesi Barat tidak hanya cukup dengan status ketokohan saja yang dimiliki, walaupun kita ketahui Anwar Adnan pasti memiliki simpatik di masyarakat tetapi harus ada kerjasama yang baik antara pengurus dengan masyarakat,” lanjutnya.

Terkait besaran E-KTA yang disinggung oleh ketua DPW Partai NasDem Sulbar, Anwar Adnan, Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem ini mengingatkan jangan cepat berpuas diri dengan capaian tersebut. Namun, justru menjadi motivasi agar bisa lebih kerja ekstra untuk memenangkan Partai NasDem Di Sulawesi Barat.

“Melanjutkan intruksi dari Ketua Umum DPP Partai NasDem bahwa semua hader harus memasang atribut bendera di tempatnya masing-masing, dengan biaya pengadaan bendera tersebut 50% dari DPP dan 50% dari DPW yang bekerjasama dengan DPRD setempat,” sambungnya.

Ahmad Ali meminta kepada semua kader Partai NasDem Sulbar bersatu dan saling bekerjasama agar dapat memenangkan pemilu 2024 mendatang.

Selain itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem ini berpesan bahwa sekretariat Partai NasDem baik itu di wilayah atau dimanapun itu, harus terbuka kepada masyarakat tidak lagi menjadi eksklusif.

“Kedepannya sekretariat Partai NasDem itu tidak boleh lagi hanya milik Ketua dan pengurusnya, namun harus terbuka kepada masyarakat, lebih menyesuaikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat agar rumah kita ini dapat berbaur dengan masyarakat. Sehingga kita dapat menyerap apa yamg menjadi keresahan dan kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini, Ahmad Ali menyarankan bahwasanya perubahan kebiasaan ke era digital mengharuskan para kader harus melek akan digital terutama penggunaan sosmed sebagai media untuk berkomunikasi dengan para pendukungnya.

(Rls/Ed: Anhar)

Bagikan

Komentar