Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Sulbar Dorong Startup Riset, BRIDA Jadi Gerbang Hilirisasi

Mamuju, Katinting.com — Pemerintah memperkuat ekosistem riset dan inovasi lewat pembiayaan untuk startup berbasis hasil riset melalui Skema Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Startup yang digagas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Sejak diluncurkan pada 2022, program RIIM Startup berkembang dan pada 2026 diperluas lewat skema RIIM Startup BRIDA. Skema baru ini melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) untuk menjaring serta membina startup yang berakar pada potensi lokal.

Sosialisasi skema berlangsung daring, Rabu (20/5/2026), dan diikuti perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Bapperida Sulbar), termasuk Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Hasanuddin.

Hasanuddin mengatakan RIIM Startup BRIDA membuka peluang strategis untuk mengubah hasil riset menjadi produk bernilai ekonomi. “Skema ini tidak hanya mendorong lahirnya startup berbasis riset, tetapi juga memperkuat hilirisasi agar hasil riset benar-benar dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keterlibatan BRIDA penting untuk memastikan pembinaan berjalan terarah dan sesuai potensi daerah.

Dalam sosialisasi dipaparkan pula bahwa Indonesia menempati peringkat keenam dunia berdasarkan jumlah startup (Startup Ranking, Agustus 2024), menunjukkan geliat ekosistem digital dan inovasi nasional. Namun tantangan seperti tech winter, keterbatasan pendanaan awal, regulasi kompleks, dan kebutuhan talenta digital masih menghambat pengembangan startup.

Kepala Bapperida Sulawesi Barat, Drs. Amujib, M.M., menyatakan RIIM Startup BRIDA menjadi momentum mempercepat inovasi berbasis riset yang berdampak pada pembangunan daerah. “Skema ini sejalan dengan visi ‘Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera’. Melalui inovasi dan hilirisasi riset, pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Amujib.

RIIM Startup memiliki dua kategori utama:

  • Reguler: untuk startup berbasis hasil riset BRIN, perguruan tinggi, atau lembaga riset.

  • BRIDA: difasilitasi BRIDA/OPD kelitbangan daerah untuk menjaring startup berbasis potensi lokal.

Pendanaan bersumber dari imbal hasil dana abadi penelitian melalui LPDP. Startup terpilih dapat memperoleh dukungan hingga Rp300 juta per tahun untuk pengembangan produk, pemasaran, perizinan, sertifikasi, kekayaan intelektual, dan infrastruktur digital. Selain pendanaan, peserta mendapatkan pendampingan berupa bootcamp, mentoring intensif, dan fasilitasi pameran inovasi dari BRIN.

Pendaftaran RIIM Startup BRIDA dibuka sepanjang tahun melalui portal resmi BRIN Pendanaan Riset dan Inovasi. Bapperida Sulawesi Barat mengajak pelaku startup, inkubator, dan OPD terkait memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat ekosistem inovasi daerah dan mempercepat pembangunan berbasis riset menuju Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera. (*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat