Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Dari Dermaga ke Dermaga, Perkimtanhub Sulbar Dorong Industri dan Kesiapsiagaan Bencana

Mamuju,Katinting.com – Dua denyut nadi pembangunan Sulawesi Barat berdenyut serempak: Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Perkimtanhub) Provinsi Sulawesi Barat menggaspol pengembangan kawasan industri di Matabe sekaligus mengamankan lalu lintas Apel Gabungan Kesiapsiagaan Kebencanaan Pemprov Sulbar, Senin-Selasa (11-12/5/2026).

Pelabuhan Kelas III Belang-Belang di Kabupaten Mamuju, jantung Kawasan Strategis Terpadu Matabe (Mamuju, Tampa Padang, dan Belang-Belang), dipandang sebagai lumbung ekspor komoditas lokal. Kepala Dinas Perkimtanhub Sulbar, Maddareski Sallatin, menegaskan potensinya dalam dialog interaktif RRI Mamuju, Senin (11/5). “Pelabuhan Belang-Belang ini kan dia masuk dalam kawasan Matabe, tentunya pemerintah daerah ingin mendorong untuk pengembangan kawasan industri,” katanya.

Dari hierarki pelabuhan pengumpul non-komersial, Belang-Belang didorong jadi kawasan ekonomi khusus, didukung tiga dermaga optimal untuk distribusi. “Sangat berpotensi, apalagi didukung dengan tiga dermaga, otomatis semua potensi-potensi yang kita miliki, bukan dari pertanian saja, semuanya kan ada di Belang-Belang yang siap diekspor langsung,” tambahnya. Ini selaras instruksi Gubernur Suhardi Duka memaksimalkan PAD di tengah fiskal terbatas, dengan Pemprov mendukung penuh industri sekitar pelabuhan.

Tak kalah krusial, personel Perkimtanhub dikerahkan mengatur lalu lintas apel kebencanaan Pemprov Sulbar—momentum sinergi antarinstansi hadapi bencana alam. Mengantisipasi banjir peserta dan kendaraan taktis, pengaturan ini cegah kemacetan serta jaga aksesibilitas. “Kami telah memplot anggota di beberapa titik strategis menuju lokasi apel. Fokus utama kami adalah memastikan mobilisasi kendaraan operasional kebencanaan dapat berjalan tanpa hambatan, serta mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar selama rangkaian acara berlangsung,” ujar Maddareski, Selasa (12/5).

Poin pengaturan mencakup sterilisasi area—menata kantong parkir kendaraan tamu undangan dan dinas OPD—serta pengawalan unit penyelamat agar kendaraan berat leluasa saat simulasi. Bersinergi Satpol PP, personel pastikan apel khidmat, aman, tertib. “Kesiapsiagaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari instruksi Gubernur Suhardi Duka untuk selalu sigap dalam kondisi apa pun,” tegasnya.

Dengan Matabe sebagai mesin ekonomi dan kesiapsiagaan sebagai perisai, Perkimtanhub Sulbar merajut masa depan tangguh. (*/FA)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat