Majene, Katinting.com – Di bawah terik pantai Tinambung, Estuaria Indonesia mengukir komitmen pelestarian pesisir melalui “Edukasi dan Aksi Pemuda Bahari”, Minggu (26/4/2026), Desa Tinambung, Kecamatan Pamboang. Lima ribu bibit mangrove tertanam sebagai tameng hijau lawan perubahan iklim, mendukung target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
Kolaborasi strategis dengan Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Norwegia ini memaksimalkan penyerapan emisi gas rumah kaca oleh sektor kehutanan. Founder Estuaria Indonesia, Nurjirana, menyebut aksi ini kontribusi nyata pemuda bahari kurangi jejak karbon.
“Aksi ini melampaui penanaman fisik—ia jadi panggung edukasi generasi muda Mandar soal ancaman abrasi di pesisir Sulawesi Barat. Mangrove pun bangkit sebagai benteng alami, penyerap karbon biru, penjaga garis pantai, dan rumah biota laut bagi nelayan,” paparnya.
Sinergi pelajar SMAN 1 Pamboang dan SMKN 3 Majene dengan Mangrove Learning Center Baluno, TEMU Berdampak, serta Mapala Reinkarnasi Sulawesi Barat menambah kedalaman acara. Pengelola Learning Center, Tavip Anwar, menekankan: “Keterlibatan pelajar dini kokohkan kesadaran lingkungan masa depan.”
Ketua Umum Estuaria, Ardiansyah, yakin tema “Majene Hijau” bakal nyalakan kepedulian abadi. “Ini wujud kepedulian jangka panjang untuk lingkungan kita,” tegasnya. Putri Nurhandayani Yahya dari Mapala mengajak pemuda Sulbar bersatu jaga alam demi keturunan, sementara Muhammad Iqbal dari TEMU Berdampak memuji gerakan ini sebagai langkah berkelanjutan, jauh dari sekadar ritual.
Lintas sektor bersatu membuktikan: rehabilitasi pesisir adalah denyut harapan Indonesia hijau, lestari. (*/Fhatur Anjasmara)






