Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

300 Pelaku UMKM Sulbar Diberi Pelatihan Pemasaran Berbasis AI, SDK: Jangan Sepelekan UMKM, Mereka Pembangun Bangsa

Mamuju, Katinting.com – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, secara resmi menutup pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bertema literasi keuangan dan pemasaran berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dengan Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Mamuju.

BACA JUGA: Target Kontribusi UMKM Capai 25 Persen PDRB, Gubernur SDK Dorong UMKM Manfaatkan Potensi Lokal dan KUR hingga Rp500 Juta

Pelatihan berlangsung di Ballroom Andi Depu, Lantai 3 Kantor Gubernur Sulawesi Barat, pada Rabu, 22 April 2026. Acara ini diikuti oleh sebanyak 300 pelaku UMKM yang berasal dari berbagai kabupaten di seluruh Sulawesi Barat.

Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka yang akrab disapa SDK menyampaikan bahwa kesuksesan dalam berbisnis tidak datang secara instan. Semua orang, menurutnya, lahir tidak langsung kaya, melainkan harus melalui proses yang panjang.

“Integrity dulu. Jadi kita buat integrity, kita fokus pada apa yang menjadi titik tumpu dan apa yang menjadi tujuan kita sebagai seorang pengusaha,” ujar Suhardi Duka.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam membangun usaha, tidak selamanya selalu untung. Kadang kala mengalami kerugian adalah bagian dari proses belajar. “Kalau hari ini kamu rugi, besok pasti kamu untung. Tidak ada orang rugi terus. Tetapi kalau ada orang untung terus, berarti itu orang yang ‘madelle’ (mujur). Itulah hebatnya,” jelasnya dengan gaya tutur khas daerah.

Gubernur berharap para pelaku UMKM di Sulawesi Barat dapat menjadi pahlawan atau hero yang menopang ekonomi daerah, bahkan ekonomi nasional di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa UMKM memiliki peran vital dalam membuka lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian.

“UMKM ini membuka lapangan kerja. Jadi jangan katakan UMKM itu pengusaha kecil, karena UMKM lah yang membangun bangsa ini. Tidak ada UMKM, tidak ramai, selalu ada transaksi,” ungkap Suhardi Duka.

Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi daerah melalui peningkatan literasi keuangan dan adopsi teknologi digital. Fokus utama diberikan pada pemanfaatan AI untuk pemasaran serta perluasan akses pembiayaan digital, sehingga UMKM Sulawesi Barat dapat lebih kompetitif di era digital. Langkah ini sejalan dengan upaya strategis mendorong UMKM naik level menuju pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Kehadiran Bank BTN sebagai mitra perbankan diharapkan dapat mempermudah akses permodalan bagi UMKM, sekaligus mendukung program penguatan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Barat. (*/AR)

 

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat