Mamuju, Katinting.com – Layaknya pohon kelapa yang kokoh dihembus angin timur, ekonomi Sulawesi Barat tumbuh 5,36 persen sepanjang 2025, ungkap Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR) Tahunan di Kanwil Kemenkeu Sulbar, Rabu (22/4/2026). Hadir Bapperida Provinsi, DJPb, BPS, BI, dan OPD provinsi-kabupaten.
Target RKPD 2026 sebesar 5,60 persen kini terhantui investasi merosot 42 persen, serapan tenaga kerja cuma rasio 1,08. Kepala Bapperida Drs. Amujib, MM, paparkan ketergantungan fiskal: pendapatan Rp1,67 triliun, 73 persen dana pusat; PAD Rp585,2 miliar dari pajak-retribusi.
“Sulbar potensial di perkebunan, pangan, perikanan minta treatment berbeda dari Kemenkeu, jangan samakan provinsi mandiri,” tegas Amujib.
Tema “Tantangan Pembangunan Sulbar 2026”. Ia desak DJPb rekomendasikan ke pusat “Sulbar bisa angkat ekonomi nasional, penyangga timur Indonesia.”
Selaras Misi 1 Pemprov dan Panca Daya Gubernur Suhardi Duka (SDK), fokus hilirisasi lokal tingkatkan daya beli petani-nelayan. “Pak Gubernur tekankan efisiensi anggaran jawab tantangan riil,” tambahnya.
Ancaman global inflasi minyak, infrastruktur lemah dihadapi sinkronisasi pusat-daerah untuk pembangunan presisi, pelayanan stabil. (*/FA)






