Mamuju, Katinting.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus berbenah dalam hal perencanaan pembangunan. Kali ini, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulbar resmi menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Bank Data yang baru. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan daerah benar-benar tepat sasaran dan didasari oleh data yang akurat.
Inovasi penyusunan SOP ini digagas oleh Muliawan Gunawan, seorang aparatur muda di Bapperida Sulbar. Gagasannya mendapat apresiasi tinggi saat Ujian Aktualisasi Latsar CPNS di Kampus BKPSDM Sulbar pada Jumat (17/4/2026).
Mengapa? Karena SOP ini dinilai mampu menyatukan sistem pendataan yang sebelumnya terpisah-pisah antar berbagai bidang di lingkungan Bapperida.
Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, menegaskan bahwa pembenahan tata kelola data ini merupakan langkah nyata untuk menjalankan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Menurut Amujib, Gubernur Suhardi Duka sangat menekankan pentingnya kebijakan yang didasarkan pada fakta di lapangan melalui data yang valid, bukan sekadar perkiraan semata.
“Gubernur Suhardi Duka ingin setiap anggaran dan program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat. Hal itu hanya bisa tercapai jika data kita valid. SOP Bank Data ini adalah instrumen kunci agar perencanaan pembangunan kita lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Amujib.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, Evaluasi dan Pembangunan Daerah (PPEPD) Bapperida Sulbar, Angga Tirta Wijaya, menjelaskan bahwa SOP ini akan menyederhanakan alur birokrasi data di internal organisasi. Sebagai mentor, ia menilai langkah ini sangat krusial. Pasalnya, kebijakan yang salah data dapat berdampak buruk pada efektivitas pemerintahan ke depan.
“Kebijakan yang tidak berbasis data itu berisiko. Oleh karena itu, kami mendukung inovasi ini agar pengelolaan data di Bapperida Sulawesi Barat berjalan optimal, sehingga pimpinan memiliki dasar yang kuat dan akurat dalam mengambil setiap keputusan pembangunan,” kata Angga Tirta Wijaya.
Dukungan juga datang dari tim penguji, Sugeng Iranto dan Coach Jumail. Mereka menilai inovasi ini melampaui standar tugas biasa karena memberikan solusi menyeluruh bagi organisasi. Dengan sistem yang lebih tertata, Bapperida Provinsi Sulbar diharapkan bisa menjadi motor penggerak pembangunan Sulawesi Barat yang lebih modern dan profesional.
Melalui penguatan Bank Data ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk optimis. Pembangunan ke depan diharapkan semakin terukur, efektif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga di seluruh kabupaten. (*/AR)






