Mamuju, Katinting.com – Data geospasial yang tercerai-berai ibarat sungai kering tak pernah sampai muara. Bapperida Sulawesi Barat kini pacu penguatannya melalui Satu Data Indonesia (SDI), ditegaskan di pembinaan “Penguatan Penyelenggaraan SDI Pulau Sulawesi” di Kendari, Selasa (14/4/2026).
Forum hybrid ini hadirkan Direktur Data Pembangunan dan Pemerintah Digital dari Sekretariat SDI Pusat, serta delegasi Bapperida-Diskominfo se-Sulawesi. Sorotan utama: penunjukan Pembina Data Geospasial daerah, atasi data OPD yang tumpang tindih dan picu inefisiensi anggaran.
Muh. Faried Fadal, Perencana Ahli Muda Bapperida Sulbar, sampaikan kunci sukses. “Bapperida gandeng Diskominfo sebagai walidata—sinkronisasi Perpres 39/2019 wajib, agar data sektoral terintegrasi spasial. Hasilnya, perencanaan akurat, tak lagi program sia-sia,” katanya.
Langkah ini hayati Misi ke-5 Pemprov Sulbar: pemerintahan akuntabel. RKPD/Renja kian presisi berbasis wilayah.
Drs. Amujib, MM, Kepala Bapperida, janjikan reformasi. “Platform satu peta kami validasi: setiap rupiah APBD tepat sasaran, bukan urusan IT semata, tapi strategi pembangunan cerdas,” tegasnya.
Sinergi pusat-daerah via SDI Sulawesi ini diharap jadi fondasi pelayanan publik cepat dan tepat. (*/FA)






