Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Gelora Inovasi Sulbar, Sinergi Lintas Sektor Dongkrak IID 2026

Mamuju, Katinting.com – Seperti sungai yang mengalir deras menyuburkan tanah kering, Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat kini memperkuat sinergi lintas sektor demi mendongkrak Indeks Inovasi Daerah (IID) 2026. Inisiatif strategis ini ditandai Rapat Koordinasi Inovasi pada Urusan Wajib Pelayanan Dasar, digelar di Ruang Rapat RKPD Kantor Bapperida Sulbar, Senin (13/4/2026).

Acara dibuka Sekretaris Bapperida Sulbar, Suhamta, S.H., M.A.P., dihadiri perwakilan perangkat daerah pengampu urusan wajib pelayanan dasar di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Dalam arahannya, Suhamta menekankan koordinasi sebagai jembatan krusial. “Koordinasi ini selaraskan langkah setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna penuhi indikator IID. Inovasi yang lahir harus langsung menyentuh denyut kehidupan masyarakat,” ujarnya penuh keyakinan.

Indeks Inovasi Daerah (IID), sebagai tolok ukur Kementerian Dalam Negeri, kian ketat tahun ini. Koordinator Inovasi Bapperida Sulbar, Sholihin, S.Ag., M.A.P., memaparkan perubahan signifikan: cakupan urusan wajib naik dari tiga menjadi lima. “Peningkatan ini sinyal positif penguatan inovasi daerah, terutama sektor pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup,” jelasnya.

Lebih lanjut, Perekayasa Ahli Muda Bapperida ini uraikan 20 indikator penilaian, terbagi dua aspek utama: Aspek Satuan Pemerintah Daerah (dikelola Bapperida) dan Aspek Satuan Inovasi Daerah (tanggung jawab OPD). “Penginputan harus optimal untuk tembus kategori inovatif dengan rentang nilai 40–65. Koordinasi erat Bapperida dan OPD jadi kunci utama kualitas dan kelengkapan data,” tambah Sholihin, menambahkan bahwa tren positif tahun lalu jadi modal berharga.

Kepala Bapperida Sulbar, Drs. Amujib, M.M., menautkan momentum ini pada visi besar Gubernur Suhardi Duka. “Akselerasi inovasi wujud nyata Misi ke-5 Gubernur dan Wakil Gubernur: perkuat tata kelola pemerintahan baik, akuntabel, serta realisasikan pelayanan dasar berkualitas tinggi bagi masyarakat Sulbar,” tegas Amujib. Ia instruksikan seluruh jajaran pertahankan komunikasi intensif, pastikan persyaratan administrasi maupun substansi rampung sebelum tenggat penginputan.

Optimisme menyelimuti rapat: sinergi ini tak sekadar angka, melainkan janji konkret pertahankan tren inovasi Sulawesi Barat sambil ciptakan layanan publik efektif, inovatif—seperti pohon rindang yang lindungi rakyat dari terik masalah sehari-hari. (*/FA)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat