Mamuju, Katinting.com – Bagai sungai besar yang menyatukan anak cabangnya, Bapperida Sulawesi Barat menggelorakan sinkronisasi perencanaan infrastruktur lintas sektor lewat Forum OPD Dinas PUPR Anggaran 2026. Diselenggarakan di Matos Mall Hotel & Convention, Mamuju, Rabu (1/4/2026), forum ini kumpulkan perangkat daerah, instansi vertikal, dan pemangku kepentingan untuk ratakan visi, padukan program daerah-nasional.
Diwakili Arjanto (Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan) atas nama Kepala Bapperida Amujib—bersama staf I Ketut Wibawa dan Haryati—forum bahas pagu awal PUPR Sulbar 2027: Rp297,2 miliar untuk Bina Marga, Sumber Daya Air, Cipta Karya, Tata Ruang, Jasa Konstruksi, UPTD PJJ. Sorotan program lintas sektor: jalan nasional BPJN Sulbar, pengelolaan air BWS V Mamuju, sanitasi-air minum.
Arjanto ungkap outlook makro 2025 dan kebijakan 2027. Jalan provinsi mantap 49,77 persen; konektivitas antarwilayah lemah; integrasi jalan-kawasan produksi terbatas. Air minum layak 83 persen (vs nasional 93,22 persen); sanitasi layak 85,98 persen, aman 1,52 persen—perlukan SPAM regional dan IPLT optimal. Irigasi provinsi baik 21,25 persen (4.061 ha/19.114 ha); indeks pertanaman 21,95 persen.
Tata ruang: revisi RTRW sempurnakan KP2B, clean and clear pelanggaran; percepat RDTR kabupaten guna investasi lancar.
“Infrastruktur depan fokus dampak ekonomi nyata: jalan simpul strategis, air minum-sanitasi cepat, irigasi ketahanan pangan. Integrasi sektor-tata ruang jadi kunci investasi-lapangan kerja Sulbar,” tegas Arjanto.
Amujib: kehadiran Bapperida selaraskan PUPR dengan visi Gubernur Suhardi Duka—infrastruktur terintegrasi dorong ekonomi, pangan tangguh, layanan dasar, daya saing.
“Bapperida kawal sinkronisasi agar infrastruktur masuk RPJMD: berkelanjutan, inklusif, kompetitif,” pungkasnya. (*/Fhatur Anjasmara)






