Pasangkayu, Katinting.com – Warga Desa Bambaira, Kecamatan Bambaira, mulai resah. Mereka menduga ada pencemaran limbah dari aktivitas tambak udang vaname di wilayah tersebut yang berpotensi berdampak pada tambak milik masyarakat sekitar.
Keresahan ini muncul setelah warga melihat perubahan kondisi air yang dinilai tidak seperti biasanya. Perubahan itu dikhawatirkan bisa memengaruhi hasil budidaya mereka.
Menanggapi hal tersebut, Direktur PT Vaname Bambaira Sejahtera, Herman Tio, memberikan penjelasan saat ditemui di lokasi tambak, Senin (30/3).
Ia menegaskan pihak perusahaan tidak keberatan jika dilakukan pengujian terhadap limbah yang mereka hasilkan.
“Kalau memang ingin diuji, silakan. Kami terbuka,” ujarnya.
Herman menjelaskan, perusahaan telah memiliki sistem penyaringan limbah sebelum air dibuang ke lingkungan. Menurutnya, kondisi kolam penampungan masih tergolong aman.
Ia bahkan menyebut masih ada ikan yang hidup di kolam tersebut sebagai indikator bahwa limbah tidak berbahaya.
“Di kolam penyaringan itu ada ikan yang hidup. Artinya masih aman,” jelasnya.
Selain itu, pihak perusahaan juga mengklaim rutin melakukan pengecekan kualitas air di area tambak untuk memastikan kondisinya tetap layak bagi budidaya udang.
“Kami tidak mungkin merugikan orang lain, sementara kami sendiri juga menggantungkan usaha di sini,” tambahnya.
Namun demikian, Herman juga menyinggung kemungkinan adanya faktor lain yang turut memengaruhi kondisi air di sekitar lokasi. Salah satunya, praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.
“Jangan sampai ada yang menangkap ikan di sungai pakai racun atau tuba. Itu juga bisa berdampak,” tegasnya.
Meski sudah ada klarifikasi dari pihak perusahaan, kekhawatiran warga belum sepenuhnya reda. Mereka berharap ada uji laboratorium independen, sekaligus keterlibatan pemerintah, agar kondisi lingkungan bisa dipastikan benar-benar aman. (Udi)






