
Katinting.com, Sangatta – Desa Kandolo di Kabupaten Kutai Timur menaruh harapan besar pada sektor pertanian. Dengan lahan sawah seluas 20 hektare yang saat ini produktif, desa ini sebenarnya memiliki peluang lebih besar karena masih terdapat 60 hektare lahan subur yang belum tergarap.
Kepala Desa Kandolo, Alimuddin, saat ditemui di Hotel Royal Victoria Sangatta Utara pada Sabtu (29/11/2025), menjelaskan bahwa program percetakan sawah sempat dijalankan pemerintah provinsi, namun kini telah mandek. Sebagai respons, pihak desa mengupayakan penanaman padi dalam skema ketahanan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
“Untuk sawah itu masih ada sekitar 60 hektare yang belum diapa-apakan sama sekali,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun semangat warga tinggi, keterbatasan dana menjadi batu sandungan utama dalam merealisasikan potensi tersebut. Saat ini, Dana Desa (DD) lebih banyak tersandera aturan penggunaan yang ketat.
Masyarakat Kandolo tidak sekadar menunggu intervensi pemerintah, tetapi berusaha bangkit dengan inisiatif lokal. Program penanaman padi yang dijalankan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi warga.
Namun demikian, tanpa dukungan kebijakan yang fleksibel dan pendanaan yang memadai, harapan tersebut dikhawatirkan hanya menjadi angan.
“Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap sektor pertanian desa yang strategis, terutama di daerah yang memiliki potensi lahan subur seperti Kandolo,”tutupnya. (ADV).






