Katinting.com, Bontang – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang mulai menyiapkan strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas tenaga aparatur sipil negara (ASN), terutama di sektor pendidikan. Salah satunya melalui penerapan kebijakan “zero growth” bagi tenaga guru.
Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, mengatakan kebijakan ini merupakan upaya adaptif menghadapi gelombang pensiun massal ASN dalam lima tahun ke depan. Langkah tersebut diambil agar tidak terjadi kekosongan tenaga pengajar di sekolah-sekolah negeri.
“Konsep zero growth artinya kita mengganti guru yang pensiun dengan jumlah yang seimbang. Jadi, setiap guru yang berhenti karena usia pensiun akan digantikan dengan guru baru,” jelasnya, Selasa (21/10/2025).
Menurutnya, strategi ini disusun berdasarkan analisis kebutuhan jabatan dan beban kerja di seluruh satuan pendidikan di Bontang. BKPSDM telah memetakan posisi dan proyeksi pensiun guru hingga lima tahun ke depan untuk memastikan kesinambungan proses belajar mengajar.
“Kami sudah punya data perencanaan sampai 2026, siapa saja yang akan pensiun dan di mana posisinya. Dari situ kita menyiapkan langkah agar layanan pendidikan tetap berjalan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Setiap usulan formasi ASN, terutama guru dan tenaga kesehatan, akan mempertimbangkan kapasitas keuangan untuk membayar gaji dan tunjangan.
“BKPSDM hanya menyusun kebutuhan dan perencanaan. Namun keputusan pembukaan formasi tergantung ketersediaan anggaran yang dihitung oleh TAPD,” ujarnya.
Dengan perencanaan matang ini, Pemkot Bontang berharap sistem kepegawaian tetap efisien dan responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat.
“Intinya, jangan sampai anak-anak kita kekurangan guru hanya karena kita tidak siap secara perencanaan,” pungkasnya. (Re)






