Katinting.com, Bontang – Menjelang akhir Oktober 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tengah mempersiapkan langkah strategis untuk mengisi sejumlah posisi kosong akibat pensiunnya tujuh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Salah satunya adalah posisi Sekretaris Daerah (Sekda) yang akan segera ditinggalkan Aji Erlynawati.
Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan enam SK pensiun kepada ASN yang akan purna tugas bulan ini. Ia juga menyebut satu di antaranya meninggal dunia.
“Jadi totalnya ada tujuh, termasuk Bu Sekda. Enam SK sudah kami serahkan, satu meninggal dunia,” jelasnya, Selasa (21/10/2025).
Ia menuturkan, ASN yang memasuki masa pensiun terdiri dari lima pejabat BUP (Batas Usia Pensiun), satu karena meninggal dunia, dan satu lainnya karena faktor non-BUP.
“Kalau BUP itu karena usia, seperti Sekda yang sudah menginjak 60 tahun, otomatis pensiun di akhir bulan,” terangnya.
Untuk mengantisipasi kekosongan jabatan, BKPSDM akan menunjuk Pj (Penjabat) di posisi strategis, sambil menunggu pejabat definitif ditetapkan melalui mekanisme seleksi terbuka.
“Pj ditentukan melalui hasil evaluasi tim dan diusulkan kepada Wali Kota selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK),” ujarnya.
Selain jabatan struktural, Sudi menjelaskan bahwa pengisian posisi jabatan fungsional akan dilakukan secara bertahap melalui uji kompetensi bagi ASN yang memenuhi syarat.
“Kalau jabatan fungsional itu bisa diisi oleh pejabat di bawahnya sesuai jenjang, asal sudah memenuhi syarat masa kerja minimal dua tahun,” katanya.
Ia menegaskan, sistem rotasi dan promosi akan diatur secara transparan agar tidak mengganggu kinerja organisasi. BKPSDM juga memastikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan normal meski ada perubahan di struktur pemerintahan.
“Kami jamin tidak ada kekosongan pelayanan. Proses administrasi sudah kami siapkan secara paralel,” tegasnya.
BKPSDM berharap, proses peralihan ini dapat berjalan lancar sekaligus menjadi momentum bagi regenerasi kepemimpinan di lingkungan Pemkot Bontang.
“Pensiun bukan akhir, tapi regenerasi. Kita siapkan pejabat muda yang siap melanjutkan kinerja birokrasi,” tutupnya. (Re)






