Mamuju, Katinting.com – Peringatan HUT RI di Kabupaten Mamuju, 17 Agustus 2022 yang hanya menyertakan delapan pasukan pengibar bendera (Paskibraka) menuai tanggapan dari PMII Cabang Mamuju Tengah.
menurut Ketua Cabang PMII Mamuju Tengah, Kurniawan Idrus, itu sangat miris, momentum yang hanya di adakan sekali dalam satu tahun tidak mampu di maksimalkan oleh pemerintah daerah dalam hal ini oleh Dinas Pemuda dan Pariwisata.
Sambung kata Kurniawan dalam keterangan tertulisnya, dengan alasan kekurangan anggaran, kemudian hanya menggunakan delapan pasukan Paskibraka, yang harusnya di sesuikan dengan tanggal, bulan dan tahun kemerdekaan.
“Diketahui dana yang dikelolah yang terpublis itu sebanyak 150 juta, lalu semewah apa pelayanan kepada pasukan Paskibraka itu, sehingga hanya mampu menggunakan 8 orang,” tanya Kurniawan.
Tentu ini menjadi pertanyaan besar. Maka dari itu sebangai ketua Cabang PMII Mamuju Tengah meminta kepada Inspektorat untuk melakukan audit terhadap penggunaan dana tersebut. Tegasnya.
“Dan juga terhadap Dinas terkait dalam hal ini Pemuda dan Prawisata seharusnya menyampaikan kepublik sebagai bentuk transparansi anggaran asas dasar pengelolaan dananya. Sehingga tidak menimbulkan dugaan yang liar,” ucapnya.
Jikalau hal ini tidak di indahkan secepat mungkin sekurang-kurangnya satu minggu, makanya tentunya PMII Mamuju Tengah akan melakukan aksi untuk merespon masalah tersebut, tutupnya.
(Rls)






