Mamuju, Katinting.com – Ratusan massa dari organisasi pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Pemuda Sulbar menggelar unjukrasa di simpang empat SPBU Simbuang Mamuju. Senin, (11/4/22).
Aliansi dari GMNI Mamuju, IMM Mamuju, HMI Cabang Mamuju, HMI Cabang Manakarra, IPMA PASANGKAYU, Ipmapus, IPPM LR dan BEM Stikes Andini membawa 10 tuntutan.
Adapun tuntutan tersebut, tolak isu penundaan Pemilu, tolak kenaikan harga BBM, tolak kenaikan PPN 11 persen, tolak utang baru tuntaskan utang lama, sahkan RUU masyarakat hukum adat, revisi UU ITE, cabut UU Ciptakerja dan UU Minerba, stabilkan harga sembako, tolak inpres No. 1 tahun 2022 tentang BPJS dan stabilkan harga pupuk.
Nelvi dari Stikes Andini Mamuju dalam orasinya mengatakan, penundaan Pemilu ini merupakan penghianatan terhadap demokrasi Indonesia, belum lagi ditengah pandemi kita terbatas harusnya negara memberikan solusi, kebijakan atas masalah rakyat.
Iswar dalam orasinya, mempertanyakan naiknya harga BBM, utamanya minyak goreng langka padahal negara kita sebagai penghasil CPO terbesar.
“Negara kita tidak baik-baik saja, jika pemuda dan mahasiswa bersatu turun kejalan. Aksi hari ini adalah kegelisan mahasiswa dan masyarakat yang menyuarakan penderitaan rakyat,” ucapnya.
Pendemo lainnya dari IMM mengatakan, saat ini kita turun kejalan karena pro rakyat yang diinginkan rakyat, kita berdiri disini menginginkan negara ini konstitusional.
Wandi dari IPMA Pasangkayu, mengatakan, persoalan BBM sungguh sangat miris, premium hilang dipasaran, hanya tersedia pertalite dan pertamax. Dimana kita ketahui pertamax harganya dinaikkan, dan itu sangat berimbas pada daya beli masyarakat sebab pertalite itu langka sehingga pilihannya harus beli mahal. Ini sangat tidak masuk akal, daya beli kita diubah untuk beli yang mahal tentu akan berimbas sama harga-harga pokok lainnya.
Akbar dari HMI Cabang Manakarra, mengatakan, upaya amandemen undang-undang adalah bentuk penghianatan, rezim yang otoriter karena kepentingannya. Rezim hari ini tidak berpihak, sungguh sangat tidak berpihak pada rakyatnya, menghianati perjuangan para pahlawan bangsa ini.

(Anhar)






