
Topoyo, Katinting.Com – Akibat persebaran Coronavirus Disease 2019 yang semakin massif disejumlah wilayah dinegeri ini, mengakibatkan sejumlah daerah tak terkecuali ditingkat kelurahan dan desa serta RT dan RW, melakukan peningkatan kontrol lalu lalang orang keluar masuk wilayahnya.
Langkah ini juga akan segera ditempuh oleh Pemerintah Desa Batuparigi atau Tobadak IV, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah, dan dari akun resmi Kepala Desa Batuparigi, menyampaikan informasi kepada sejumlah warga baik yang berdomisili di Batuparigi maupun yang keluar masuk karena diwilayah Batuparigi memiliki lahan, mengungkapkan kalau mulai Rabu (01/04), Pemdes Batuparigi akan melakukan pembatasan akses lalulalang orang dari luar desanya.
Beberapa warga yang mengetahui rencana penutupan akses masuk Batuparigi, mulai Rabu besok, menyampaikan bahwa informasi penutupan akses dari dan ke Batuparigi, akan dimulai sejak pukul 05.00 subuh, sehingga setiap orang yang diduga baru dari daerah zona merah terpapar Covid-19, akan dilarang masuk Batuparigi, terkecuali angkutan logistik atau warga Batuparigi, yang hanya berasal dari sekitar Batuparigi karena punya urusan yang dibolehkan masuk Batuparigi.
“Rencana ini sudah disosialisasikan oleh sejumlah perangkat Desa Batuparigi, disejumlah beranda media sosial, sehingga informasinya cepat menyebar,” ungkap Martinus warga Batuparigi, Selasa (31/03).
Baginya sebagai warga, sangat mendukung kebijakan tersebut, guna melindungi warga Batuparigi, dari kemungkinan menjadi carier Covid-19, sehingga sangat penting didukung bersama, demi keselamatan warga Batuparigi, dimana bisa disaksikan disejumlah media dampak yang diakibatkan Virus Korona bila menyerang manusia.
“Karenanya, Saya sebagai warga sangat mendukung ini, sebab demi kebaikan kita bersama, olehnya orang tua yang ada di Batuparigi, nda usah ajak anaknya pulang kampung dulu, meski liburan, sampai wabah ini berakhir, cukup dikirimkan saja kebutuhannya, agar jangan datang membawa virus kekampung, karena yang paling beresiko terpapar Covid dan nampak kelihatan adalah orang yang telah berusia diatas 50 tahuanan,” beber Martinus.
Terpisah warga Desa Mahahe atau Tobadak II, yang punya laha kebun di Batuparigi, Kamaruddin, ikut mendukung kebijakan pemerintah desa Batuparigi, bahkan berharap di Desa Mahahe juga, ini bisa diterapkan. Namun, meski mendukung, Ia berharap kepada pemerintah desa Batuparigi, kiranya pembatasan ini warga yang baru datang saja dari liar daerah Mamuju Tengah khususnya dari zona merah.
“Yang pasti kami dukung penuh, namun kalau untuk kayak dirinya yang setiap hari nyaris keluar masuk Baruparigi, karena berkebun disana, kiranya bisa diberikan pengecualiaan, cukup yang baru dari luar daerah Mamuju Tengah saja dilarang masuk, karena justru yang baru dari luar Mamuju Tengah in, potensi sebagai carier,” harap Kamaruddin.
(Mahfudz)






