Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pemkab Mamasa Alokasikan 750 Juta untuk Negeri Diatas Awan

Negeri Diatas Awan Buntu Liarrra. (Dokumentasi Pribadi Zulkifli)

Mamasa, Katinting.com – ‘Negeri Diatas Awan’ Buntu Liarra, yang bertempat di perbatasan Kecamatan Tandukkalua dan Balla, Kabupaten Mamasa, akan mendapat alokasi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Mamasa.

Melalui Kepala Dinas Pariwisata Mamasa, Agustina Toding menuturkan, pembangunan akses jalan menuju puncak Buntu Liarra dan fasilitas lainnya, sebesar 750 juta yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) tahun 2019.

“Diperuntukkan pembangunan jalan setapak menuju puncak Buntu Liarra serta pembuatan gazebo dan MCK jadi total 750 juta rupiah,” katanya, Rabu (6/3).

Menurut Kadis Parawisata Kabupaten Mamasa ini, wisata negeri diatas awan Buntu Liarra ini tak kalah menarik dengan negeri di atas awan, Lolai di Toraja. Sehingga harus dikelola dengan baik. Hal ini tentunya untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Kabupaten Mamasa.

Puncak Buntu Liarra, betul-betul dikelilingi oleh awan. Sehingga pengujung dapat dengan leluasa menikmati keindahan awan yang berada di bawahnya. Selain itu, wisatawan juga lebih leluasa menentukan spot untuk mengabadikan moment.

Guna mengoptimalkan pembangunan jalan menuju puncak Buntu Liarra dan fasilitas lainnya, Agustina Toding berharap kedepannya pengembangan objek wisata bisa bekerjasama dengan pihak swasta. Karena dia menganggap jauh lebih menyentuh masyarakat ketimbang mengharap kepada pemerintah yang memiliki dana terbatas.

“Jauh lebih bagus kalau ada pihak swasta yang bekerja sama mengelola objek wisata dengan dana pribadi,” harapnya.

Buntu Liarra yang berjarak kurang lebih 125 KM dari Ibu Kota Provinsi Sulbar ini,  mulai dikenal masyarat luas sejak dua tahun terakhir. Negeri diatas awan nya Mamasa ini sempat viral memalui pemberitaan media mengenai keindahanya.

Tak tanggung-tanggung sempat menjadi salah satu primadona baru wisatawan, Hingga sempat mendapat ribuan pengunjung dari wisatawan lokal meskipun akses menuju buntu liarra cukup menantang.

Sementera itu, Zulkifli warga Mambi, Kabupaten Mamasa mengapresiasi langkah pemerintah kabupaten Mamasa untuk membenahi wisata ‘Negeri Diatas Awan’, dirinya yang pernah berkunjung langsung dan mendokumentasikan kunjungannya berharap Pemkab Mamasa serius membenahi objek wisatanya.

“Penasaran dengan kata orang, saya pun pernah berkunjung langsung kesana beberapa waktu lalu, memang sangat indah dan menarik. Jalannya menanjak harusnya mudah dilalui, namun karena belum dijamah sehingga licin dan becek. Bagus kalau Pemkab Mamasa serius mengelolah wiata kita (Mamasa, red),” kata Zulkifli. Kamis (7/3).

Lebih lanjut Zulkifli yang juga seorang Fhotografer, menuturkan keindahan Negeri Diatas Awan Buntu Liarra tidak kalah yang ada di Toraja, Sulawesi Selatan yang pernah dikunjungi Jusuf Kalla. “Saya juga pernah ke Negeri Diatas Awan yang ada di Toraja, itu kalah dengan yang ada di Mamasa. Kalau di Toraja kita hanya bisa melihat gumpalan awan satu arah saja, kalau di Mamasa kita bisa melihat 360 derajat awan dari atas puncak gunung Buntu Liarra,” sebutnya.

 

(Fren/Z/A)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat