Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Relawan Mamuju Mengajar Akan Lakukan Pendampingan Selama Setahun di SDK Mollo

Foto bersama koordinator Mamuju Mengajar, relawan pengajar, Sekretaris Dispora Mamuju, KCD Mamuju, dan Kepala Sekolah SDK Mollo, seusai pembukaan briefing. (Foto Ist)

Mamuju, Katinting.com – Setelah mengumumkan relawan pengajar terpilih, koordinator Mamuju Mengajar #ayokeMOLLO pada Sabtu (2/3) sore tadi, menggelar briefing dengan para relawan.

Briefing yang dilaksanakan di Gedung Pemuda, Jl. Ahmad Kirang Mamuju ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mamuju, Hj. St. Manuara, Koordinator Cabang Dispora (KCD) Simboro, Abdullah Zakaria, dan juga Kepala Sekolah SDK Mollo, Hj. Ratna S.Pd.

Ketua koordinator Mamuju Mengajar, Muhammad Saleh dalam sambutannya menjelaskan, Mamuju Mengajar adalah inisiatif alumni relawan Kelas Inspirasi (KI) Mamuju, yang kemudian tergerak hatinya untuk membangun pendidikan di Kabupaten Mamuju, khususnya di daerah-daerah terpencil.

Kegiatan Mamuju Mengajar akan dimulai pada pekan depan. Dimana, relawan bersama dengan koordinator akan melakukan pendampingan selama satu tahun di SDK Mollo, Desa Pati’di, Kecamatan Simboro, Mamuju.

Dengan tiga model pendampingan yaitu; belajar dalam kelas, di alam dan sharing bersama guru.

Ini berbeda dengan kegiatan Mamuju mengajar sebelumnya, karena kegiatan ini memakan waktu yang cukup lama, yakni sampai dengan Maret 2020.

“Tentunya, karena masih baru masih banyak hal yang perlu kita perbaiki bersama,” ujar ketua Koordinator Mamuju Mengajar.

Olehnya itu, dalam briefing ini dirinya meminta masukan dari Sekretaris Dispora Mamuju, KCD Simboro, Kepala Sekolah SDK Mollo dan juga kepada relawan agar bagaimana kemudian bisa membuat formulasi yang akan diterapkan di SDK Mollo.

“Hal yang menjadi pokok utama bahwa untuk kegiatan pendampingan di (SDK) Mollo ini secara ilmiah, berbasis data. Jadi kita akan ukur kinerja bagaimana posisi nol kita sebelum kita turun mendampingi disana. Kita akan ukur bagaimana hasil kerja pendampingan tersebut setiap enam bulan sekali,” jelasnya.

KDC Simboro, Abdullah Zakaria menyampaikan acuan bahan ajar saat ini yang berlaku adala kurikulum 2013 (K-13). Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum-2006

Dimana, dalam K-13 memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku.

“Olehnya itu melalui kegiatan ini saya sangat mengharapkan bagaimana mendorong kurikulum 2013 ini supaya tuntas di 2019 ini,” kata, KDC Simboro, Abdullah Zakaria.

Melalui kesempatan tersebut, dirinya juga berharap ke Dispora Mamuju untuk memberikan dukungan penuh kepada relawan dan koordinasi Mamuju mengajar.

“Mamuju ini siapa lagi yang berbuat kalau bukan generasi seperti ini. Jadi ini mudah-mudahan bisa tersentuh semua sekolah yang terpencil,” harapnya.

Sekretaris Dispora Kabupaten Mamuju, Hj. St. Manuara, dalam sambutan yang sekaligus membuka briefing tersebut sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh koordinator Mamuju mengajar ini.

“Kami dari Dispora beserta dengan semua perangkat sangat memiliki keterbatasan dengan kurangnya guru-guru kita disini,” akunya.

Dirinya menuturkan, di SDK Mollo Kepala Sekolahnya saja yang berstatus Pegawai Negeri sipil (PNS). Tenaga pendidiknya hanya berstatus sebagai sukarela dan kontrak. Itupun tidak dibekali ilmu keterampilan mengajar yang begitu bagus.

“Karena mereka rata-rata tamatan SMA bahkan tamatan SMP. Itu karena keterbatasan tenaga,” tuturnya.

Selain itu dirinya juga meminta kepada relawan dan koordinator Mamuju Mengajar pada saat melakukan pendampingan kepada siswa di SDK Mollo, agar pendidikan karakter lebih diprioritaskan.

“Bagaimana mengatar anak-anak kita sehingga mereka mempunyai karakter, akhlak yang bagus yang bisa mengatar dunia pendidikan kita jadi lebih baik. Karena pendidikan karakter harus mulai dari usia dini,” jelasnya.

Sehingga dirinya berharap, dengan adanya kegiatan semacam ini dapat memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Mamuju, apalagi didaerah – daerah terpencil.

“Saya kira sulit menemukan remaja-remaja yang rela berkorban mengabadikan dirinya demi kemajuan pendidikan didaerah kita. Mudah-mudahan dengan kehadiran adik-adik, anak-anak kita di SDK Mollo dapat lebih maju lagi,” tutup Sekretaris Dispora Mamuju.

(Zulkifli)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat