banner 728x90

Mamasa, Katinting.com – Polres Mamasa merilis kasus dugaan pencurian ikan yang terjadi di wilayah Kabupaten Mamasa khususnya di Kecamatan Mamasa dan Kecamatan Tawalian pada press rilis yang digelar di Media Center Polres Mamasa, Senin (16/1/23).

Wakapolres Mamasa kompol Kemas Aidil di dampingi Kasat Reskrim Iptu Hamring dan Kasi Humas Polres Mamasa Iptu Hendrik mengatakan ada tiga orang yang di tangkap pada Sabtu (14/11/23) lalu.

Pria yang bernama Ranokarno merupakan otak pencurian ikan. Dalam melancarkan aksinya, dia menyuruh anak yang masih di bawah umur yakni R dan K.

Ketiga pelaku melancarkan aksinya pada malam hari saat pemilik kolam tertidur lelap, setidaknya ada 20 kolam ikan milik warga yang di kuras para pelaku di tempat yang berbeda-beda.

“Ikan hasil curian R dan K selanjutnya diserahkan kepada Ranokarno untuk dijual dan upahnya di bagi tiga selebihnya di konsumsi,” kata Wakapolres Mamasa.

Wakapolres menuturkan para pelaku melancarkan aksi sejak Desember tahun lalu. Katanya, tak hanya ikan, pelaku juga berhasil mencuri dua senso dan satu pompa air yang di simpan di lumbung milik warga.

“Mereka di jerat pasal 363 ayat 1 KUHP sub pasal 362 junto pasal 55 ayat 1 KUHP,” ungkapnya.

Masih di tempat yang sama Kasat Reskrim Itpu Hamrin menjelaskan pihakanya mendapat 7 laporan polisi, 1 terkait senso, 1 terkait pompa air dan 5 Laporan terkait pencurian ikan

“Ranokarno tidak pernah ke TKP mencuri ikan hanya menyuruh R dan K selanjutnya hasil curian di jual Ranokarno” katanya.

“Jadi untuk kedua anak tidak bisa dilakukan penahan karena ada aturan undang-undang nomor 11 tahun 2012 sistem peradilan anak di atur dalam pasal 7 diversi”lanjutnya

Iptu Hamring lanjut menjelaskan Ranokarno ini sudah resedivis sudah banyak melakukan kejahatan di wilayah Kecamatan Mamasa dan meresahkan warga.

(Jeje)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here