banner 728x90

2 Pelaku Bawah Umur,  Pembunuhan Ketua Yayasan Pesantren Al-bana’ Asing Dibekuk Polisi  

banner 728x90

Kedua pelaku yang masih dibawah umur saat diamankan Polisi  

Kedua pelaku yang masih dibawah umur saat diamankan Polisi

Katinting.com, Matra Setelah hampir tiga pekan kasus pembunuhan haji Bana’ ketua yayasan pondok pesantren Al-bana’asing yang terjadi awal Mei lalu di Kecamatan Baras Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) akhirnya terungkap. Tim gabungan yang dipimpin Kasat Reskrim  Polres Matra membekuk kedua pelaku pembunuhan di dua tempat terpisah berikut barang bukti dua buah parang panjang dan sebuah linggis yang diduga digunakan pelaku menghabisi korbannya.

Kasus pembunuhan ini cukup menghebohkan warga dan siswa – siswi penghuni pondok pesantren saat pemilik yayasan bernama haji Bana’ di temukan dalam kondisi tak bernyawa didalam kamarnya, sementara korban saat di temukan terbujur kaku dan mengalami luka bacokan di bagian kepala dan pelipis mata akibat terkena sabetan senjata tajam.

Dari hasil pengembangan penyilidikan yang dilakukan pihak kepolisian kedua pelaku yakni WR (12) dan PR (13) adalah anak didik di pesantren tersebut yang masih duduk dibangku kelas satu dan dua.

WR yang dibekuk polisi di pondok pesantren al-bana’ asing dari hasil keterangannya, PR diduga sebagai otak kasus pembunuhan tersebut yang di bekuk di Kecamatan Sarudu saat tengah berlibur.

Kapolres Matra, AKBP, Yanuar Widianto S.IK yang dikonfirmasi oleh awak media mengatakan, sementara ada dua pelaku yang diamankan serta barang bukti dua buah parang panjang untuk kepentingan penyidikan, sementara untuk motif pembunuhan dari hasil olah TKP yang dilakukan tim. Pembunuhan tersebut di duga karena pelaku tertangkap basah saat melakukan aksi pencurian, namun uang hasil pencurian sementara masih dicari karena pelaku belum mengaku uang tersebut disimpan dimana, terang Kapolres Matra.

Sementara Jumriyah anak dari haji Bana’  saat di konfirmasi mengatakan, saat kejadian diperkirakan sekitar pukul 03.00 wita dini hari, saat semua santri tengah terlelap tidur sehingga tak satupun warga santri yang mengetahui kejadian tersebut, “namun korban di temukan pagi sekitar jam 9 saat saya mengantar makanan seketika itu saya langsung meminta pertolongan, namun saat haji (korban) ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan kondisi kepala tertutup bantal dan bersimbah luka  di bagian kepala dan pelipis mata,” terangnya. (Joni)

 

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.