dprd sulawesi barat

Waspadai Calo, Dukcapil Matra Temukan Akta Lahir Palsu

436 views
banner 468x60

Akta Lahir Palsu yang ditemukan Disdukcapil Matra. (Dok. Irfan)

Pasangkayu, Katinting.com – Warga diingatkan untuk tidak menggunakan calo dalam pengurusan adminitrasi kependudukan seperti akta lahir. Sebab siang ini, Rabu (10/1), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mamuju Utara menemukan akta lahir palsu milik warga Kasano, Kecamatan Baras.

“Hari ini kami menemukan lagi akta lahir yang palsu dari seorang korban warga desa Kasano. Datang ke Dukcapil Pasangkayu untuk meminta perbaikan akta lahir anaknya, karena nama ibu berbeda yang terketik menggunakan bahasa Indonesia dengan yang terketik dalam bahasa Inggris (lihat foto). Setelah staf cermati ternyata akta ini palsu. Kalau menggunakan aplikasi mustahil perbedaan ini terjadi. Kesimpulannya akta lahir ini dibuat secara manual tidak melalui aplikasi SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan),” terang Irfan Rusli Sadek, Kadis Dukcapil Mamuju Utara. Rabu, (10/1).

Diketahui yang menjadi korban telah membayar 250 ribu untuk mengurus akta yang palsu tersebut, “Semoga siapa pun yang melakukan pungli dan penipuan ini terketuk hatinya untuk tidak lagi mengorbankan masyarakat. Sudah membayar, palsu pula yang diberikan. Saatnya masyarakat harus berani melaporkan praktek pungli dan penipuanm,” terang Irfan mantan camat Baras tersebut.

Lebih lanjut saat dikonfirmasi Katinting.com, Irfan menjelaskan, bahwa untuk pengurusan administrasi kependudukan itu gratis. Adapun  syarat untuk mengurus akta lahir diantaranya, 1. Surat keterangan lahir, 2. Fotcopy buku nikah ortu, 3. KK orang tua, 4. KTP saksi 2 orang. “Jika masyarakat tidak memiliki syarat nomor 1 dan 2, dikarenakan ada anak lahir dirumah atau dukun kampung sehingga tidak ada surat keterangan lahir ataukah orang tuanya belum punya buku nikah, maka warga tidak usah khawatir karena  bisa diganti dengan surat pernyataan SPTJM namanya. Formatnya kami siapkan di kantor, biaya gratis,” jelasnya kepada Katinting.com.

Pihak Dukcapil pun tak tinggal diam, dan akan menelusuri sumber akta palsu tersebut, apakah dilakukan sendiri atau ada kerjasama dengan staf dukcapil, sehingga tidak adalagi warga yang menjadi korban. “Saya belum berani mengatakan bahwa staf saya terlibat untuk kasus yang satu ini. Yang jelas calo diluar Dukcapil sudah positif sebagaimana pengakuan korban. Apakah si calo tersebut menerbitkan sendiri, membuat format sendiri, punya stempel sendiri dan menandatangani sendiri, ini yang saya minta keterangan ke korban,” imbuhnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar mengurus langsung ke kantor Dukcapil Matra atau bisa melalui layanan online, agar terpantau dan bebas dari pungli/penipuan, kuncinya. (Anhar)

Irfan Rusli Sadek, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Mamuju Utara. (Ist)

Pencarian Terkait

Ali Baal Masdar